MEDANHEADLINES.COM, Medan – Satuan Reskrim Polsekta Medan Labuhan berhasil menangkap Sahruli warga Komplek YUKA Kelurahan Terjun yang merupakan otak pelaku penculikan dan penganiayaan yang mengakibatkan Korban yang bernama Rudi terluka parah, Senin (8/5)
Sahruli ditangkap di persembunyiannya yang berada di Komplek YUKA Kelurahan Terjun dan diboyong ke Mako Polsekta Medan Labuhan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Anggota Satreskrim berhasil mengamankan pria berinisial S atas sangkaan penganiayaan hingga saat ini masih dalam pemeriksaan,” kata Kapolsekta Medan Labuhan melalui Kanit Reskrim Ipda Agus Purnomo didampingi Panit Ipda Mahrizal Nasution,
Mengenai motif dan tersangka lain, Ia mengaku belum dapat merinci karena masih melakukan pendalaman perkara dengan melakukan pemeriksaan tersangka.
“Kinerja kami ini merupakan support dari Bapak Kapolres Pelabuhan Belawan dan Kapolsekta Medan Labuhan. Anggota mendapat semangat kuat melaksanakan tugas atas perhatian pimpinan kami,” beber Iptu Agus Purnomo.
Sementara, Keluarga Pelapor yang bernama Alfian menyampaikan terima kasih atas kerja cepat personil polisi di Medan Labuhan yang cepat menanggapi kejadian pidana yang menimpa keluarganya yang amat meresahkan masyarakat.
Alfian berharap polisi segera menangkap pelaku lain serta menyarankan para pelaku penculikan dan penganiayaan segera menyerahkan diri ke Polsekta Medan Labuhan guna mempertanggjawabkan perbuatannya.
Sebelumnya, Irrudi alias Rudi merupakan korban penculikan dan penganiayaan sekelompok preman di Kelurahan Terjun Medan Marelan. Ia mengaku dipukuli 5 orang pria menggunakan balok dan kayu serta batang pohon ubi di Pemakaman Muslim di Gang Sapta Marga/ Pusara Lingkungan 3 pinggir Sungai Bedera.
“Saya dipaksa ikut oleh Black alias Belang naik sepeda motornya yang dikawal Sahruli, Nando dan Doni alias Monok. Saya dibawa ke kuburan Pasar 2. Lalu saya dipukuli pakai tangan, balok, kayu dan batang ubi,” Katanya
Rudi yang masih terlihat lunglai dengan bekas luka di kepala yang menganga mengaku, Black alias Belang masuk ke rumahnya dan meminta dirinya mengaku melakukan pencurian jerjak besi. Di luar rumah, 3 pria menunggu hingga Irrudi dan Rudi Aprianto berhasil dibawa ke 4 Preman itu ke Kuburan Muslim Pasar 2 Marelan.
Di Pekuburan Muslim Pasar 2 Marelan itulah korban dipukuli menggunakan kayu dan balok serta batang ubi oleh 5 terduga pelaku dan diminta mengaku melakukan pencurian jerjak besi milik salah satu pelaku.
Untung ada warga melintas dan melerai kekejian kelompok Preman itu. Selanjutnya, Keluarga korban kemudian membawanya melapor ke Polsekta Medan Labuhan












