Terkait Kasus Gratifikasi Rafael Alun, Artis Berinisial R Diduga Terlibat

Mantan Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah DJP Jakarta Selatan II Rafael Alun Trisambodo (kanan) usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (1/3/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

MEDANHEADLINES.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mendalami keterlibatan seorang artis berinisial R yang disebut-sebut terlibat dalam kasus gratifikasi yang mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rafael Alun.

“Ini sedang kami dalami. Inisial R. Apakah R itu huruf depannya? Ataukah itu ada di tengah atau ada di ujung, seperti itu,” kata Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (30/3/2023).

Artis berinisial R diduga terlibat dalam kasus gratifikasi yang menjerat Rafael Alun. Hal itu menyusul adanya aduan kelompok Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Iskandar Sitorus ke KPK beberapa waktu lalu.

Rafael Alun telah menyandang status tersangka. Dia diduga menerima gratifikasi dalam periode 2011-2023.

“Terkait dengan dugaan korupsi penerimaan sesuatu oleh pemeriksa pajak (Rafael Alun) pada Ditjen Pajak Kemenkeu tahun 2011-2023,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, KPK lebih dulu melakukan penggeledahan di rumah Rafael Alun. Ali belum menjelaskan secara detail lokasi rumah Rafael yang digeledah, begitu juga dengan barang-barang yang ditemukan KPK.

“Setiap perkembangan dari perkara ini, dan saya kira ini perkara baru, pasti kami akan sampaikan kepada teman-teman semuanya,” kata Ali.

Rafael Alun terakhir menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta pada Jumat (24/3/2023) lalu. Dia tidak diperiksa seorang diri, melainkan bersama istrinya, Ernie Meike dan anaknya. Rafael dan istrinya diperiksa kurang lebih selama 12 jam. Sementara, anaknya lebih dulu meninggalkan KPK.

Kejanggalan Kekayaan Rafael Alun

Rafael menjadi sorotan, pascaperilaku anaknya Mario Dandy melakukan penganiayaan sadis kepada remaja bernama David, putra dari salah satu pengurus GP Ansor.

Kasus tersebut menyerempet ke asal kekayaannya yang terlapor di LHKPN miliknya. Di dalam laporan tertulis, Rafael Alun memiliki kekayaan Rp 56 miliar. Ditelisik lebih jauh kejanggalan soal harta kekayaannya satu persatu terkuak.

PPATK menemukan Rafael Alun menggunakan nomine dalam transaksi keuangannya. Ditemukan mutasi transaksi sekitar 500 miliar dari 40 rekening bank Rafael dan keluarganya. (red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.