MEDANHEADLINES.COM, Medan – Video keributan hingga pemukulan yang dilakukan seorang pria di Komplek Mega Park, Jalan Kapten Muslim, Kecamatan Medan Helvetia, Rabu (29/3) viral di media sosial (medsos). Tak hanya memukul, pria bertubuh tegap yang diduga aparat itu disebut-sebut sempat mengacungkan benda berbentuk pistol.
Amatan wartawan dari video yang diterima, terduga pelaku yang mengenakan baju kuning dipadu celana panjang terlihat adu mulut dengan seseorang. Belum diketahui jelas penyebab pertengkaran mereka. Tapi, terduga oknum petugas itu tampak begitu emosi.
“Ngancam-ngancam ya. Ngancam-ngancam hilang. Kalau hilang dia berarti bapak ini (oknum aparat) yang ngapain,” ucap warga yang merekam kejadian itu.
“Tadi juga mengacungkan senjata api,” timpal warga lainnya
Akan tetapi, pria bertubuh tambun berambut gondrong belakang itu tidak terima gerak geriknya direkam oleh warga. Oknum diduga aparat itu langsung mengejar dan melayangkan pukulan sehingga kamera hape yang dipegang warga sempat bergeser ke arah lantai.
“Jangan main tangan kau. Kok main tangan pula kau. Jangan gara-gara kau polisi. Macem betul kali. Udah rekam aja terus,” ucap perekam yang disambut warga lainnya.
Setelah kejadian tersebut, oknum diduga aparat itu meninggalkan lokasi. Sementara warga berdatangan ke lokasi kejadian.
“Warga dipukuli dan diacungkan senjata. Warga berkumpul mencari keadilan,” ucap perekam sambil mengarahkan kamera telepon ke kerumunan warga di lokasi kejadian.
Terkait hal itu, Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia, Iptu Ibrahim Sofie ketika dikonfirmasi wartawan tidak membantah peristiwa keributan tersebut.
“Gini, nanti ku kirimkan aja beritanya sama kau. Berita itu udah ada. Udah banyak beredar di mana-mana,” ucapnya ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (30/3) petang.
Namun, saat dijelaskan bahwa kebutuhan konfirmasi mungkin berbeda dengan media yang sebelumnya menghubunginya, Ibrahim menyebutkan apa rupanya yang mau ditanyakan. Namun, perwira pertama itu berang saat ditanya apakah oknum itu benar anggota Polisi atau bukan. Begitu juga saat disinggung soal senjata api yang informasinya sempat diacungkan oknum tersebut.
“Bukan, kan udah dibilang itu bukan polisi. Sekarang gini loh, bang. Abang kan bertanya udah ku bilang nanti. Jadi biar Abang tau itu siapa sebenarnya yang menodongkan senjata itu. Polisi kah, atau bukan polisi kah. Atau tentara kah, kan gitu,” katanya dengan nada emosi sembari mengaku sedang rapat.
Setelah dijelaskan bahwa wartawan punya tugas untuk mengkonfirmasi suatu peristiwa kepada pejabat yang berwenang, Ibrahim akhirnya sedikit melunak.
“Ya. Ini sudah saya bilang, itu bukan polisi,” ujarnya.
Akan tetapi, begitu ditanyai bagaimana kronologis kejadiannya, perwira dengan pangkat dua balok emas dipundaknya itu kembali mengatakan bahwa nanti dia akan mengirimkan berita-berita yang sudah tayang. Namun, saat dijelaskan kalau jurnalis dilarang mengopi paste karya tulis orang lain. Dia kembali membantah bahwa itu narasi di media itu dari dirinya.
“Karena itu dari saya bahasanya, gitu loh. Nantilah, selesai rapat, ya. Nantilah selesai saya rapat ya, bang,” pungkasnya. (FAD)












