Sumut  

Dugaan Malpraktik di RS Metta Medika Sibolga, Warga Gelar Unjuk Rasa

 

MEDANHEADLINES.COM, Sibolga – Puluhan warga menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Diponegoro, Kota Sibolga terkait dugaan malpraktik yang dilakukan oleh rumah sakit Metta Medika

“Keadilan harus didapat oleh korban RRL. Persoalan dugaan malpraktik harus diusut tuntas oleh pihak Kepolisian,” teriak Raju, salah satu koordinator aksi.

Dalam orasinya, Raju menyampaikan agar pihak rumah sakit harus serius menanggapi persoalan dugaan malpraktik terhadap RRL. Dokter dan tenaga medis yang menangani korban harus dipecat.

“Pihak rumah sakit harus bertanggungjawab atas persoalan yang dialami RRL. Sanksi tegas harus diberikan kepada tenaga medis yang terlibat dalam dugaan malpraktik,” teriak Raju.

Dengan menggunakan alat pengeras suara, Raju juga meminta agar Kementerian Kesehatan meninjau operasi di rumah sakit Metta Medika. Sebab kata dia, dugaan malpraktik diduga tidak hanya sekali terjadi.

Sebelum korban RRL, seorang pria asal Sibolga juga pernah mengalami dugaan yang sama. Korban bermarga T meninggal diduga akibat dugaan malpraktik.

“Ada juga pernah menjadi korban dugaan malpraktik di rumah sakit ini (Metta Medika), keluarga nya saya bawa, abang nya korban dugaan malpraktik. Korban (T) meninggal dunia diduga setelah mendapat perawatan di rumah sakit ini,” kata Raju.

Dalam orasinya, Raju juga menyampaikan petugas medis yang menangani RRL diduga tidak profesional dalam menjalankan tugas. Ia menyebut, hasil pemeriksaan yang dikeluarkan terhadap korban berbeda dengan salah satu rumah sakit di Medan.

“Surat rujukan yang dikeluarkan rumah sakit Metta Medika berbeda dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Dokter di Medan,” kata Raju.

Pantauan, di akhir kegiatan aksi unjuk rasa, tidak sedikit dari pihak rumah sakit Metta Medika mendatangi massa.

Di sana, seorang perempuan yang mengenakan masker dan kaos biru menerima sebuah map dari salah satu koordinator aksi.

Map yang disampaikan itu merupakan isi tuntutan yang harus ditindaklanjuti oleh pihak rumah sakit.

“Kalau tuntutan kami tidak ditindaklanjuti, kemungkinan Minggu depan kami pastikan akan ada aksi dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi,” kata Akbar Zega, salah satu koordinator aksi. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.