MEDANHEADLINES.COM, Medan – Ketua DPW Partai NasDem Sumut Iskandar ST mengapresiasi capaian Operasi Antik Toba 2022, yang dilakukan Polda Sumut dan Polres jajaran dalam rangka memberantas peredaran narkoba. Sebab, baru dua hari berjalan, kepolisian telah mengungkap 27 kasus.
Dari kasus tersebut, petugas menangkap 30 terduga pelaku dari lokasi dan waktu yang berbeda. Selain itu, mereka turut menyita barang bukti jenis sabu-sabu seberat 1,642,87 gram, ganja 224,26 gram dan pil ekstasi sebanyak 13,500 butir.
“Kita sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Polda Sumut dan jajaran melalui Operasi Antik Toba 2022 ini,” kata Iskandar kepada wartawan saat dimintai tanggapannya, Rabu (09/2/2022).
Iskandar juga berharap operasi yang berlangsung 21 hari ini mampu menyentuh bandar besar narkoba. Bukan hanya menangkap pengedar kecil maupun pemakai saja. Seperti kasus-kasus yang selama ini terjadi.
“Kalau bisa diungkap sampai bandar besarnya. Berurusan dengan bandar kecil aja efeknya luar biasa. Sampai berdampak ke Kapolres dan petugasnya dihukum. Apalagi kalau bandar besar,” ucap Iskandar.
“Selagi bandar besarnya tidak bisa diberantas, maka persoalan ini akan timbul tenggelam. Jika ada operasi mungkin senyap, begitu selesai akan muncul lagi. Jadi, harus mengungkap bandar besarnya, memang tidak mudah, tapi itu harus ditargetkan,” sambungnya.
Menurut Iskandar, hal penting dalam menekan peredaran narkoba adalah memberantas bandar besar tersebut. Baru kemudian kurir, pengedar kecil dan terakhir pemakai.
“Kalau yang ditangkap hanya tingkat kurir dan pengedar kecil, tidak akan bersih narkoba ini. Begitu juga dengan pemakai, jika barang tidak ada, bagaimana mereka mau memakainya. Oleh karena itu, bandar-bandar besar ini harus ditangkap karena sumber barang itu dari mereka,” ucap Iskandar.
Iskandar menambahkan, operasi seperti ini harus dilakukan secara berkesinambungan. Tidak cukup hanya 21 hari karena Sumut sudah darurat narkoba dan ranking 1 provinsi pengguna narkoba di indonesia. Maka dari itu, penegak hukum khususnya kepolisian harus bekerja secara Extraordinary dan fokus dalam memberantas peredaran barang haram ini.
“Kapolda juga harus melakukan pembersihan di internal, karena masih ada petugas ditangkap lantaran terlibat narkoba. Untuk itu, pihak kepolisian harus berani membersihkan di internal. Dan secara eksternalnya harus berhasil mengungkap bandar-bandar besar,” kata Iskandar.
DPW NasDem Sumut berkomitmen untuk terus membentengi seluruh kader agar tidak terpapar. Kemudian siap bersinergi dengan semua pihak dalam rangka memberantas peredaran narkoba di Sumut.
“Sebagai bentuk kepedulian dan keseriusan kita, NasDem Sumut akan melaksanakan penyuluhan anti narkoba di tingkat pelajar dengan menggandeng BNNP Sumut pada Maret mendatang. NasDem siap menjadi garda terdepan dalam pemberantasan narkoba di Sumut,” ucap Iskandar dengan tegas. (Fad)












