Pengedar Ganja di Madina Serang Dan Pukul Polisi Saat Ditangkap

Petugas bersama tersangka Musyafar alias Syafar (40) beserta berang bukti 14,2 kilogram ganja. (ANTARA/HO)

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Seorang petugas kepolisian dari personil Sat res Narkoba Polres Madina yaitu Bripda Calvinus dipukul oleh dua orang pengedar 10 kg ganja yang merupakan ayah dan anak yakni MNR (51) dan MR (21) di Desa Tobing Tinggi, Kabupaten Madina.

“Kedua tersangka memukul Bripda Calvinus dengan menggunakan benda keras berupa batu dan kayu, serta sempat ingin membacok,” kata Kasat Narkoba Polres Madina AKP Manson Nainggolan seperti dilansir dari Antara, Sabtu (18/9).



Ia menyebutkan, tak hanya memukul, kedua tersangka juga mencoba merampas senjata petugas tersebut.

“Namun petugas melakukan tindakan tegas dan terukur mengenai kaki kiri dan lengan bagian kiri tersangka,” ujarnya.

Manson mengatakan, saat itu petugas mengalami lemah fisik dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Panyabungan untuk mendapatkan pertolongan medis.


“Dari hasil pengecekan pihak rumah sakit, Bripda Calvinus mengalami luka pada leher dan memar pada bagian belakang. Punggung dan lengan tangan mengalami pergeseran pada bagian tulang,” katanya.

Sebelumnya, personel Satuan Narkoba Polres Madina melakukan penangkapan terhadap dua bandar narkoba ganja, MNR dan MR di Desa Tobing Tinggi, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Madina, Senin (13/9) malam.

Dari tangan kedua tersangka diamankan 10 kg ganja dibungkus plastik warna hitam, satu unit sepeda motor Satria, satu buah parang, dan satu unit handphone Samsung lipat. Dalam penangkapan pengedar narkoba itu, petugas menyamar menjadi pembeli narkotika.

Pada saat kedua tersangka itu menyerahkan narkoba, petugas langsung meringkus mereka, dengan mengeluarkan senjata.(red)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.