Diduga Tercemar Limbah, Ribuan Ikan di Sei Sirah Besitang Mati Mendadak

Instansi terkait Pemkab Langkat ambil sample air diduga karena pembuangan limbah sebabkan ribua ikan mati di Sei Sira Besitang, Selasa (14/9/2021), ANTARA FOTO/HO-Kominfo Langkat.

MEDANHEADLINES.COM – Ribuan ikan di Sungai Sei Sirah Besitang dilaporkan mati mendadak secara tiba-tiba. Hal ini langsung direspon oleh Dinas Perikanan dan Kelautan serta Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Langkat dengan turun ke lokasi dan melakukan pengambilan sampel air Sungai

“Kami turun ke lapangan dan mengecek serta mengambil sampel air sungai,” kata Kadis Lingkungan Hidup Langkat, Iskandar Zulkarnaen Tarigan, di Stabat seperti dilansir dari Antara, Selasa (14/9).

Pihaknya langsung menelusuri sungai bersama warga sekitar menggunakan sampan, ke titik lokasi yang menurut warga sebagai tempat pembuangan limbah dari tiga PKS, yang diduga kuat menjadi penyebab tercemarnya air Sungai Sei Sirah.



“Sampai di lokasi kami langsung menelusuri aliran sungai bersama warga untuk melakukan pemeriksaan,” sebut Kadis LH itu.

Iskandar juga menegaskan, pihaknya akan terus mendalami segala bentuk kemungkinan pasti, yang menjadi penyebab tercemarnya air sungai.

“Kami berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini sampai benar-benar terkendali, sehingga tidak lagi terjadi pencemaran,” tegasnya.

Kadis Kelautan Hendrik Tarigan menyatakan pihaknya sudah mengambil sempel air dan ikan yang mati dari Sungai Sei Sirah, guna pengujian di laboratorium.

Pengujian itu, untuk mengetahui secara pasti kemungkinan ada tidaknya kandungan zat berbahaya yang mencemari air sungai, yang menjadi penyebab ribuan ikan mati.


Diketahui dari keterangan warga setempat air sungai tercemar diduga akibat buang limbah yang mengandung zat kimia berbahaya dilakukan oleh tiga PKS.

Limbah itu menurutnya, dicurigai dibuang ke Paluh Beruang yang berada di wilayah hilir Sungai Sei Sirah. Dimana biasanya limbah tersebut akan terbawa naik bersama air pasang laut, dan juga terbawa sampai ke muara di saat air surut.

Limbah itu mengakibatkan ribuan ikan dan hewan perairan lainnya mati. Paling banyak terlihat dari Jembatan Sei Sirah, antara Dusun 4 Bukit Selamat dengan Lingkungan 1 Kelurahan Pekan Besitang. (red)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *