MEDANHEADLINES.COM, Medan – Vaksinasi massal yang digelar di Gedung serbaguna Pemprov Sumut Jalan Wililem Iskandar/Pancing, Desa Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan diwarnai protes warga dan kerumunan, Bahkan warga yang tak sabar sempat merangsek masuk melalui pintu masuk sebelah timur agar bisa masuk kedalam lokasi
Menyikapi peristiwa ini Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko menjelaskan dalam vaksinasi ini telah disiapkan sebanyak 4000 vaksin sehari.
” 3000 untuk dosis pertama sedangkan 1000 lainnya untuk dosis kedua,” Jelasnya, Selasa (3/8)
Dikatakannya, Protes itu bermula adanya formulir yang dijual oleh warga diluar sehingga warga yang datang mengira bahwa dengan membeli formulir itu bisa langsung mendapatkan vaksin
” Kami tak menjual formulir, namun ada warga yang memfotocopy formulir itu diluar dan menjualnya Rp 5000, sehingga warga yang sudah membeli merasa berhak mendapatkan vaksin itu padahal kuota vaksin untuk hari ini sudah habis,”Jelasnya
Riko juga mengatakan protes itu mereda setelah pihaknya menjelaskan bahwa yang akan divaksin adalah warga yang sudah terdata saja, Namun warga yang sudah datang tak perlu khawatir karena data mereka akan dimasukan dan kemudian akan dihubungi kembali melalui aplikasi Pedulilindungi.
” Mereka akan didata, dan dihubungi jika ada vaksinasi massal lagi mereka akan dihubungi kembali,” Jelasnya
Riko juga Mengatakan, Sisi positif dari peristiwa ini adalah tanda bahwa minat masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi di Kota Medan sangat tinggi
” Jadi info-info yang menyebutkan kerusuhan itu tak benar, karena setelah dijelaskan warga bisa mengerti dan semuanya berjalan kondusif,” Tutupnya. (red)











