Dua Kakinya Ditembak, Pelaku Jambret di Percut Mengaku Tak Ada Melarikan Diri Saat Ditangkap

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Seorang pelaku jambret yang kerap beraksi di pintu Tol Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung mengaku tidak ada melarikan diri saat ditangkap pihak Kepolisian Sektor Percut Sei Tuan. Namun, kedua kakinya tetap ditembus timah panas petugas.

Hal itu diungkapkan M Lukmana alias Imam Congor (27) pada saat dirinya bersama 13 pelaku tindak pidana lain dipaparkan di Polsek Percut Sei Tuan.

“Gak melarikan diri,” ujar Imam di atas kursi roda ketika ditanya wartawan di hadapan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko didampingi Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Janpiter Napitupulu, Sabtu (12/6) sore.

Mendengar itu, Kombes Riko yang berdiri di samping Imam mengulang pertanyaan. “Gak melarikan diri? Gak mungkin gak melarikan diri, kau ditangkap di mana?” tanya Riko.

“Menyerahkan diri Pak. Ditangkap di rumah Pak,” tegas Imam menjawab pertanyaan.

Pun begitu, pria yang tinggal di Jalan Pertiwi Baru, Kelurahan Bantan, Medan Tembung itu tidak membantah bahwa dirinya melakukan aksi jambret di pintu masuk Tol Bandar Selamat. Bahkan, ia mengaku dalam kurun waktu setahun ini sudah sepuluh kali beraksi di lokasi tersebut.

“Menyesal bang. Hasilnya kadang buat keluarga. Melakukannya jarang-jarang, tidak setiap hari,” ucap pekerja bangunan itu.

Satu pelaku lain bernama Saiful Ambri alias Ipul yang berbeda kelompok dengan Imam Congor, juga mengaku mulai beraksi di tahun ini. Dia kerap menunggu korbannya di jalan samping masjid sekitar pintu tol. Begitu korban lengah Ambri langsung melakukan perampasan dan melarikan diri.

“Sama pak, saya melakukan perampasan hape (seluler) di samping masjid mulai dari bulan dua tahun ini,” ucap Ipul yang berdiri tepat di belakang kursi roda dan satu borgol dengan Imam Congor.

Sementara, Kombes Riko mengatakan, pengungkapan dilakukan terkait kasus-kasus premanisme yang terjadi di wilayah Polrestabes Medan khususnya Polsek Percut Sei Tuan. Berdasarkan beberapa rekaman video, para pelaku melancarkan aksinya dengan berbagai macem modus.

Mulai dari langsung menjambret atau merebut harta benda korban baik itu telepon seluler, tas dan lainnya. Kemudian ada satu pelaku yang menunggu lalu mereka melarikan diri menggunakan sepeda motor. Ada juga modus menunggu masyarakat yang ingin menambah pulsa untuk kartu tol.

“Jadi, kalau masyarakat masuk pintu tol dan saldonya kurang, maka mereka turun untuk menambah saldonya. Di situlah para pelaku mendatangi mobil kemudian mengambil barang-barang di dalam mobil,” kata Riko kepada wartawan pada konferensi pers.

Riko menjelaskan, unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan ada mengamankan 14 orang dalam operasi premanisme ini. Empat diantaranya terkait kejadian yang videonya sempat viral di media sosial (Medsos). Mereka ada dua grup, grup pertama mengakui baru sepuluh kali melakukan aksinya. Berikutnya mengaku baru empat kali.

“Ini baru pengakuan awal dan sedang kita kembangkan,” ujar Riko.

Masih dikatakan Riko, tim turut menciduk empat penadah barang-barang dari hasil kejahatan itu. Berikutnya ada juga diamankan karena melakukan pengutipan liar (Pungli), dengan cara meminta uang secara paksa di depan pintu Tol Bandar Selamat. Khususnya kepada pengemudi truk dan kontainer.

“Ada delapan orang yang diamankan. Setelah tes urine, mereka positif metamfetamina (sabu-sabu). Sementara sedang dilakukan pendalaman dari mana mereka mendapat narkotika sabu-sabu. Karena itu kemungkinan yang menjadikan mereka nekat melakukan Pungli secara paksa kepada masyarakat, khususnya sopir truk maupun kontainer yang akan masuk ke Tol Bandar Selamat,” ucap Riko mengakhiri keterangannya. (Afd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.