Diusir dari Kedutaan, Dubes Myanmar di London Terpaksa Tidur di Mobil

Panglima militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing. (AFP)

MEDANHEADLINES.COM – Duta Besar Myanmar di Inggris yang didepak oleh militer harus bermalam di mobilnya setelah staf kedutaan di London tidak mengizinkannya masuk.

Menyadur Daily Mail, Sabtu (9/4/2021) Kyaw Zwar Minn tidur di dalam sebuah mobil Volvo XC60 hitam di luar gedung Mayfair pada pada Rabu malam.

Kyaw Zwar Minn merupakan salah satu pejabat yang dengan vokal menentang kudeta Februari di Myanmar yang membuat para pemimpin militer merebut kendali.

Minn tertangkap kamera sedang keluar dari mobilnya – yang terpasang foto Suu Kyi di jendela belakang – pada Kamis pagi.
Dia mengatakan dia tidak ragu bahwa junta militer di Myanmar akan menganggapnya sebagai ‘pengkhianat’ karena kecamannya atas kudeta baru-baru ini.

Menteri Luar Negeri Dominic Raab mengutuk ‘tindakan intimidasi’ Myanmar dalam menggulingkan Minn dan menghormati ‘keberanian’ Duta Besar dalam membela junta militer.

Istri dan putra Min, yang diyakini tinggal jauh dari Kedutaan Besar di London, diperkirakan tidak ikut selama aksi “kudeta mini” tersebut.

Diperkirakan Min tinggal di dekat Kedutaan Besar beberapa jam setelah kudeta dengan harapan polisi Inggris akan mengambil tindakan.

Diyakini, wakil duta bersar, Chit Win, yang memimpin pemberontakan melawan Min dan mengambil alih jabatan diplomatik sebagai kuasa hukum baru militer

Minn hari ini mengatakan bahwa penyitaan kedutaan oleh Win adalah tindakan yang ‘tidak dapat diterima dan tidak sopan’ terhadap rakyat Myanmar dan Inggris.

“Kudeta semacam ini terjadi di tengah Inggris, di tengah London – ini seharusnya tidak terjadi.” ujar Win mengenai kudeta kecil tersebut.

“Ini bukan Burma, ini London. Mereka menyita kedutaan saya. Saya tidak nyaman.” sambungnya.

Inggris pada Kamis mengkonfirmasi bahwa mereka tidak dapat lagi mengakui duta besar Myanmar di London, setelah junta yang berkuasa mengeluarkan pemberitahuan resmi bahwa Min telah ditarik karena mendukung pemerintah yang digulingkan.

Sebuah sumber mengatakan pemerintah, sejalan dengan kebijakan diplomatik, harus menyetujui keputusan junta mengenai Kyaw Zwar Minn.

Minn mengklaim kedutaan itu ‘dijarah’ oleh atase militer dalam tindakan yang ‘tidak dapat diterima dan tidak sopan’ terhadap rakyat Myanmar dan Inggris.

Beberapa stafnya diperkirakan masih berada di dalam kedutaan, di antaranya adalah anak-anak, dan tidak akan dibebaskan, CNN melaporkan.

Sumber diplomatik Inggris mengatakan hari ini bahwa mereka tidak akan punya pilihan selain berhenti mengakui Minn sebagai perwakilan Myanmar di Inggris setelah negara itu mengirimkan pemberitahuan resmi bahwa status diplomatiknya telah dicabut. (red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *