Pelaku Pembunuhan Jamilah Diringkus, Motifnya Karena korban Minta Cerai

MEDANHEADLINES.COM, Sunggal – Kasus pembunuhan terhadap Jamilah (48) yang ditemukan tewas dalam bak mandi di ruko jalan Pembangunan, Desa Mulyorejo, kecamatan Sunggal akhirnya berhasil diungkap oleh petugas kepolisian dari Unit Reskrim Polsek Sunggal

Pelaku tak lain adalah Suami siri dari korban yaitu MS (42). Ia ditangkap petugas sehari setelah kejadian saat mencoba melarikan diri ke Aceh. Saat ditangkap, Pelaku yang sempat melakukan perlawanan ini dihadiahi petugas dengan timah panas

“Jadi motif pembunuhan ini, tersangka kesal karena korban meminta cerai dan tersangka ini ingin menguasai harta korban,”ucap Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi didampingi oleh Kanit Reskrimnya AKP Budiman Simanjuntak saat menggelar konferensi pers di Mapolsek Sunggal. Sabtu (3/4/2021) Jam 17.00 WIB.

Yasir menambahkan, Dari hasil interogasi terhadap tersangka, ia melakukan pembunuhan terhadap istri sirrinya itu pada hari Sabtu, sekira pukul 05.00 WIB, diatas tempat tidur, saat itu ia dan korban cekcok, sebab korban meminta cerai pada tersangka, merasa kesal kemudian tersangka menekan leher korban dengan tangan hingga korban terhempas ke lantai dan kemudian membekap mulut dan hidung korban hingga ia tak bernyawa lagi.

“Setelah memastikan istri sirrinya itu sudah meninggal dunia, kemudian tersangka mengangkat korban dan meletaknya di dalam bak mandi dengan posisi, kepada dibawah dengan maksud untuk menyamarkan kejadian, seolah-olah korban meninggal dunia karena terpeleset dan jatuh ke bak mandi, “ucap Kapolsek.

Selain tersangka, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa tali pinggang, pakaian korban, pakaian dalam korban dan uang tunai Rp.6.000.000, 1unit sepeda motor Honda Vario BK 6864 AGF milik korban.

“Tersangka kita jerat dengan pasal 338 Jo pasal 365 ayat 3 KUHPidana dengan ancaman 15 tahun penjara dan maksimal penjara seumur hidup, “jelas Kompol Yasir Ahmadi.

Sementara itu, Abang kandung korban bernama Sahmina (49) warga Sei Mencirim, Paya Geli yang hadir di lokasi meminta agar tersangka dihukum mati.

“Saya minta polisi memberikan hukuman yang setimpal yaitu hukuman mati, ” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *