Jam Mewahnya Dihancurkan Petugas Bandara, Pria Ini Lapor Polisi

Ilustrasi jam tangan mewah pria. (Pexels/The Lazy Artist Gallery)

MEDANHEADLINES.COM – Kejadian kurang menyenangkan menimpa seorang pria saat pulang dari Dubai, Uni Emirat Arab, belum lama ini. Pria bernama Muhammad Ismail itu harus kehilangan jam tangan mewah miliknya karena kecurigaan petugas bandara.

Semuanya berawal saat Ismail tiba di Bandara Internasional Karipur, India. Melansir Khaleej Times, Ismail mengaku dihentikan oleh petugas yang kemudian memintanya untuk melepas jam tangan yang dikenakan saat itu.

Ismail menuturkan bahwa petugas merasa curiga dengan jam tangan yang dipakainya. Mereka menyangka Ismail menyeludupkan emas ke dalam jam tangan itu dan memutuskan untuk menghancurkannya.

“Mereka (petugas) curiga saya mencoba menyelundupkan emas dengan menyembunyikannya di jam tangan. Petugas membawa jam tangan itu ke sebuah ruangan, di mana mereka menghancurkannya berkeping-keping menggunakan palu,” kata Ismail dilansir dari Khaleej Times, Jumat (12/3/2021).

Petugas kemudian mengembalikan jam tangan tersebut kepada Ismail dalam keadaan sudah hancur terbagi menjadi enam bagian. Pria tersebut lalu melaporkan kasus ini ke kantor polisi di Kozhikode, India.

Pasalnya, jam tangan Ismail yang dihancurkan barang sembarangan. Itu adalah koleksi salah satu merek arloji mewah dunia, Audemars Piguet, yang harganya mencapai 226 ribu Dirham atau sekitar Rp885,4 juta.

“Jam tangan itu sudah dimiliki oleh keluarga saya sejak 2017. Kakak saya membelinya dengan harga 226 ribu Dirham (sekitar Rp885,4 juta). Sekarang ini menjadi enam bagian. Saya juga harus menunggu di bandara hampir delapan jam karena ini,” jelas Ismail lagi.

“Saya memiliki kuitansi asli jam tangan tersebut dan dengan jelas disebutkan kalau harganya lebih dari 200 ribu Dirham. Entah mereka mengembalikan uang itu atau mengembalikan jam tangan aslinya. Berapa banyak emas yang bisa saya selundupkan dalam jam tangan. Para pejabat harus memikirkan semuanya,” pungkas Ismail.

Ismail sebenarnya sudah memprotes petugas atas kejadian ini. Tapi ketika dimintai pertanggungjawaban, mereka hanya bersedia memberikan kompensasi sebesar 50 ribu Dirham atau sekitar Rp195,8 juta. Oleh karena itu ia membawa kasus ini ke pihak yang berwajib. (red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *