Selidiki Penyebab Kematian, Polda Bongkar Kuburan Joko Dedi Kurniawan

Pihak kepolisian melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam jenazah Joko Dedi Kurniawan, di Pemakaman Umum (TPU) Muslim Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Polda Sumatera Utara melakukan pembongkaran kuburan seorang tahanan Polsek Sunggal Atas Nama Joko Dedi Kurniawan yang diduga meninggal dengan tidak wajar

Pembongkaran dilakukan oleh tim Dokter Forensik dibawah pimpinan Dr. Ismurizal dan dihadiri oleh istri dan keluarga Alm Joko dan pihak LBH Medan disaksikan oleh pihak muspika kecamatan Saentis serta pemuka agama dan masyarakat sekitar.

Wakil Direktur LBH Medan, Irvansyahputra S.H.,M.H menjelaskan Ekshumasi (pembokaran makam) ini dilakukan oleh Penyidik Ditreskrimum Polda Sumatera Utara agar dugaan tindak pidana penyiksaan terhadap Alm Joko Dedi Kurniawan bisa terungkap dengan terang benderang seraya memberikan keadilan dan kepastian hukum terhadap masyarakat, khususnya pihak keluarga yang meyakini bahwa kematian Joko diduga tak wajar alias bukan karena sakit melainkan adanya dugaan penyiksaan.

“Hari ini kami dari LBH Medan mengawal dan mendukung proses Ekshumasi terhadap makam Alm Joko Dedi Kurniawan. Langkah-langkah yang kita lakukan hari ini untuk memastikan jalannya Ekshumasi ini sesuai peraturan dan hukum yang berlaku dan memastikan tidak adanya intervensi dari pihak lain dan kami juga mendukung tim dokter dan Ikatan Dokter Indonesia untuk melakukan tugasnya secara objektif dan transparan serta bersih dari intervensi,”ucap Wakil Direktur LBH Medan.

Lanjut pria yang kerap disapa dengan Ivan ini lagi, hal ini dilakukan untuk mencari keadilan dari dugaan kejanggalan dari kematian Alm Joko Dedi Kurniawan yang selama ini digaung-gaungkan oleh pihak keluarga adanya kejanggalan.

“Kejanggalan itu setelah kita paparkan dibagian kepala Alm Joko Dedi Kurniawan terdapat benjolan yang mengeluarkan darah kering dan bagian dada yang membiru yang kita duga itu akibat penyiksaan, hal ini kita dapat dari keterangan keluarga dan dari dokumentasi yang kita peroleh di lapangan maupun Investigasi, baik itu data maupun rekam medis yang hingga saat ini tidak bisa menentukan apa penyebab meninggalnya suami klien kami.

Kami menduga penyiksaan itu terjadi di Polsek Sunggal, siapa yang melakukannya, kami belum bisa menyimpulkan. Dan bila dari hasil Ekshumasi ini didapat adanya hasil dan terdapat dugaan kekerasan, kami meminta agar penyidik Polda Sumatera Utara agar bisa mengungkap ini, “ucapnya

Sebelumnya, Polsek Sunggal telah memberikan klarifikasi terkait meninggalnya 2 tahanan Polsek Sunggal. saat konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko menyebut bahwa kematian 2 tahanan Polsek Sunggal karena sakit. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *