Penjagalan Kucing di Medan, Polisi : Identitas Terduga Pelaku Sudah Diketahui

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Polsek Medan Area masih terus melakukan pendalaman dan mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti dalam kasus penjagalan kucing di Medan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Area Iptu Rianto mengatakan, Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, Polisi telah mengarahkan ke satu orang terduga pelaku berinisial NS, warga Jalan Tangguk Bongkar VII, Tegalsari Mandala II, Medan. Namun, penyidik masih perlu bukti permulaan yang cukup sebelum menetapkannya sebagai tersangka.

“Korban sudah buat laporan, dan baru hari ini kita mau lengkapi saksi-saksi lah, siapa yang kemarin kawannya Sonia (korban) dan terus apa keterangannya gitu. Mudah-mudahan bisa cepat ada titik temunya. Terduga pelaku satu orang si NS itulah,” jelas Rianto, Jumat (29/1).

Rianto memaparkan, Saat petugas melakukan penyelidikan ke lokasi penjagalan, Mereka menemukan sejumlah anggota tubuh kucing.

Namun, yang ditemukan petugas itu bukan bagian dari kucing milik Sonia. Korban sudah menguburkan kepala kucingnya.Pasal yang akan dikenakan kepada tersangka dalam kasus ini belum bisa dipastikan. Polsek Medan Area berencana melakukan gelar perkara hari ini.

Dia memaparkan, pelaku dapat dijerat dengan Pasal 302 KUHPidana karena menganiaya binatang. Pasal ini dinilai terlalu ringan.

“Tapi bisa juga kita kenakan Pasal 362 KUHP, pencurian, karena kucingnya ini kucing persia ada nilainya. Pencurian ini kan memiliki seluruh atau sebagian, dia mau memiliki karena dagingnya dijual. Kalau kita kenakan 362 kemungkinan bisa kita tahan karena ancamannya 5 tahun. tapi kalau Pasal 302 cuma tiga bulan. Nanti kita gelar dulu mana pasal yang paling memungkinkan,” jelas Rianto.

Diketahui kasus penjagalan kucing ini mencuat setelah Sonia yang kehilangan kucingnya mendapat informasi mengenai adanya pencuri kucing.

“Kemudian dicarinya, terakhir dapat dan jumpa di daerah Tangguk Bongkar itu ya. Terus dibukanya dalam satu goni ditemukan dia, diduga kepala kucing dia. Jadi, kemarin dia nggak tahu siapa pencurinya, cuma setahu dia yang diduga pelaku itu rumahnya di situ dan semua orang tahu dia tukang jagal kucing,” jelas Rianto.

Awalnya, Sonia melapor ke Polsek Percut Sei Tuan. Juru periksa di polsek itu menyarankan dia ke Polsek Medan Area, dengan alasan lokasi kejadian bukan wilayah hukum mereka.

”Cuma pas mau laporan ada orang ketawa, karena dengan ada jagal kucing, mungkin orang geli mendengarnya. Itu manusiawi. Di piket itu kan banyak orang, ngurus segala macam, dan berpakaian preman. Jadi, pulanglah dia dan nggak jadi ke Polsek Medan Area, dipostingnya di IG, makanya viral,” jelas Rianto. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *