Dilaporkan Mahasiswa Ke Polda Karena Diduga Melanggar Prokes, Ini Jawaban Edy Rahmayadi

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (Himma) Sumut melaporkan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi ke Mapolda Sumut karena diduga melanggar protokol kesehatan saat menghadiri acara di agrowisata Paloh Naga di Kabupaten Deli Serdang pada Sabtu (16/1) lalu.

Perihal laporan ini dibenarkan oleh Ketua Himma Sumut, Abdul Razak, Jum’at (22/1).

“Benar sudah dilaporka terkait dugaan pelanggaran Prokes,” katanya

Dijelaskannya, Bukan hanya Edy, Laporan itu juga ditujakan ke pihak penyelenggara yakni Direktur Bank Sumut Muhmmad Budi Utomo dan Bupati Deli Serdang Anshari Tambunan.

 

Razak mengatakan kegiatan tersebut merupakan acara dari PT. Bank Sumut yang memberikan bantuan CSR ke Agrowisata Paloh Naga.dan saat itu terjadi kerumunan, hingga berujung pelaggaran protokol kesehatan.

“Ini melanggar konstitusi protokol kesehatan nomor 6 tentang karantina dan surat telegram Kapolri nomor ST/3220/XI/KES.7.2020,’’ tandasnya

Sementara itu, Edy Rahmayadi terlihat santai dan tak mau ambil pusing dengan hal tersebut

“Biarin aja kalau dilaporkan nantikan, saya dipanggil Polda kalau dilaporkan,”ujar Edy kepada wartawan di Rumah Dinas Gubernur.

Namun ia membantah dengan tegas tuduhan tersebut, Menurutnya, bila kegiatan itu melanggar Prokes, sudah pasti dia akan meninggalkannya.“Saya Kasatgas COVID-19. Kalau itu melanggar, pasti saya tinggalkan itu,’’ujarnya

Dia juga memastikan para tamu yang hadir mentaati aturan prokes. Mulai dari mencuci tangan, jaga jarak hingga memakai masker.

“Tempat itu semua sawah, bagaimana mau ramai-ramai ? Duduknya itu saya lalu (tanda) kali, duduk (tanda) kali, lagi duduk lagi. Saya tidak tahu (kalau) ada foto ramai ramai, bagainana ceritanya ?,’’ ujar Edy

Edy berharap kegiatan ini, tidak dipolitisir. Sebab keberadaan agrowisata paloh naga sangat positif bagi masyrakat sekitar.

“Jangan dipolitisir kegiatan ini, kita melihat rakyat di desa. Kita mengapersiasi masyrakat desa yang telah membuat dan membangun desanya. itu yang dibesarkan, jangan yang lain-lain,”pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *