BNNP Sumut : 62 Kasus Narkoba Dengan 111 Tersangka Berhasil Diungkap Sepanjang Tahun 2020

Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Atrial

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Sepanjang tahun 2020, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) telah berhasil mengungkap 62 Kasus peredaran narkotika dengan jumlah berkas perkara tindak pidana narkotika yang P-21 berjumlah 96 berkas dan tersangka 111 orang.

Pengungkapan kasus in mengalami peningkatan dari sebelumnya di 2019 yang hanya sebanyak 71 kasus, dengan jumlah tindak pidana narkotika P-21 sejumlah 85 berkas dengan jumlah tersangka sebanyak 106 orang.

Sementara Untuk Barang bukti yang berhasil disita selama 2020 yakni sabu seberat 30.231,02 gram, ekstasi sebanyak 1.160,5 butir, ganja seberat 303.972,2 gram.

” Jumlah tangkapan barang bukti ini mengalami penurunan pada tahun sebelumnya,” Ungkap kepala BNNP Sumut Brigjen pol Atrial

 

Dikatakannya, Pada 2019 BNNP Sumut berhasil menyita barang bukti ganja seberat 145.342,6 gram, ekstasi sebanyak 6.230 butir, sabu seberat 36.973,75 gram, dan happy five sebanyak 330 butir.

” BNNP Sumut menutup akhir 2020 telah melakukan pemusnahan lahan ganja sebanyak 3 kali di 7 titik lokasi di Pengunungan Tor Sihite di Desa Banjar Lancat, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal dengan luas 28 hektare,” Pungkasnya

Tidak hanya mengungkap kasus peredaran dan pemusnahan narkoba, BNNP Sumut juga menekan tingginya penyalahgunaan narkotika dengan melakukan rehabilitasi sebanyak 1.667 orang positif mengonsumsi narkoba.
Atrial juga menjelaskan, Di tengah pandemi Covid-19 tidak menyurutkan para pelaku tindak pidana narkotika untuk menyelundupkan narkoba.

“Terbukti selama 2020 BNNP Sumut berhasil menyita barang bukti sabu hampir seberat setengah ton,” katanya, Selasa (29/12).

Atrial menegaskan, untuk dapat menciptakan Sumatera Utara yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba berbagai upaya juga telah dilakukan dalam mengatasi permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap barang haram tersebut.

“Upaya tersebut dilakukan melalui sisi permintaan ditekan dengan menciptakan kesadaran dan ketahanan diri masyarakat untuk tidak menyalahgunakan narkoba dan bagi yang telah menyalahgunakan narkoba diberikan layanan rehabilitasi dari ketergantungan narkoba,” terangnya.

Atrial juga menambahkan, pemutusan rantai dari jaringan peredaran narkotika salah satu cara lainnya agar masyarakat terhindar dari peredaran narkotika.

“Sisi penawaran ditekan dengan pengungkapan kasus tindak pidana narkotika serta pemutusan jaringan peredaran gelap narkotika,” tegasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *