Mulai Memanas, Pendukung Donald Trump Unjuk Rasa ke Kantor KPU

Seseorang berpartisipasi dalam pawai dan rapat umum untuk Presiden Donald Trump di 5th Avenue pada tanggal 25 Oktober 2020 di New York City. (AFP/David Dee Delgado)

MEDANHEADLINES.COM – Puluhan pendukung calon petahana Donald Trump berunjuk rasa di pusat penghitungan suara Detroit dan Phoenix, ketika tensi politik Pilpres Amerika Serikat 2020 semakin memanas.

Menyadur Associated Press, puluhan pendukung Trump tersebut menuntut untuk perhitungan surat suara dihentikan pada hari Rabu (4/11/2020) waktu setempat.

“Hentikan hitungan!” teriak para pendukung Trump di Detroit. Di Phoenix, puluhan pendukung juga berorasi yang sama, “Hentikan mencuri!” teriak mereka.

Aksi protes tersebut terjadi setelah Trump menuduh tanpa bukti, bahwa ada masalah besar dengan pemungutan suara dan penghitungan suara.

Mengenakan atribut yang mendukung Trump, pengunjuk rasa di Phoenix memenuhi sebagian besar tempat parkir di pusat pemilihan Maricopa County.

 

“Berita Fox menyebalkan!” teriak pengunjuk rasa dalam kemarahan atas laporan media tersebut yang menyatakan Joe Biden sebagai pemenang di Arizona.

Paul Gosar, seorang anggota Partai Republik Arizona dan pendukung setia Trump bergabung bersama pada pengunjuk rasa dan menyatakan: “Kami tidak akan membiarkan pemilihan ini dicuri. Titik.”

Beberapa deputi sheriff memblokir pintu masuk gedung. Dan penghitungan suara berlangsung hingga larut malam, kata juru bicara Departemen Pemilihan Kabupaten Maricopa, Megan Gilbertson.

Dua pejabat tinggi daerah–satu dari Demokrat, yang lainnya seorang Republik–mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan keprihatinan tentang bagaimana informasi yang salah telah menyebar tentang integritas proses pemilihan.

“Setiap orang harus menginginkan semua suara dihitung, apakah itu dikirim atau diberikan secara langsung,” kata pernyataan yang ditandatangani oleh Clint Hickman, ketua GOP dari Dewan Pengawas Wilayah Maricopa, dan Pengawas Demokrat Steve Gallardo.

“Pemungutan suara yang akurat membutuhkan waktu. … Ini adalah bukti demokrasi, bukan penipuan,” sambungnya.

Sementara dari New York City hingga Seattle, ribuan pengunjuk rasa ternyata menuntut agar setiap suara dihitung.
Di Portland, Oregon, Gubernur Kate Brown memanggil Garda Nasional ketika para demonstran terlibat dalam apa yang dikatakan pihak berwenang sebagai kekerasan yang meluas di pusat kota.

“Sangat penting untuk mempercayai prosesnya, dan sistem yang memastikan pemilu yang bebas dan adil di negara ini selama beberapa dekade, bahkan di saat krisis besar,” kata Brown dalam sebuah pernyataan.

Richard March datang ke demonstrasi anti-Trump di Portland meskipun memiliki kondisi jantung yang membuatnya rentan terhadap Covid-19.

“Meragukan pemilu ini memiliki konsekuensi yang mengerikan bagi demokrasi kita. Saya pikir kita adalah masyarakat yang sangat terpolarisasi sekarang – dan saya khawatir tentang apa yang akan terjadi di hari ini, minggu, dan bulan mendatang.” katanya.

Di New York, ratusan orang berpawai melewati tokotoko di Fifth Avenue Manhattan, dan di Chicago, para demonstran berbaris melalui pusat kota dan di sepanjang jalan di seberang sungai dari Trump Tower.

Protes serupa juga terjadi di setidaknya setengah lusin kota, termasuk Los Angeles, Houston, Pittsburgh, Minneapolis, dan San Diego. (Red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *