Polisi Ungkap Alasan Penangkapan Demonstran Saat Unjuk Rasa Damai di Bundaran Gatsu

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Polrestabes Medan mengungkap alasannya mengapa melakukan penangkapan terhadap salah seorang massa aksi saat digelarnya aksi damai oleh Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (AKBAR) Sumatra Utara,Rabu,(21/10) Yang lalu

Kapolrestabes Medan Komisaris Besar Riko Sunarko menjelaskan, bahwa massa yang mereka tangkap itu adalah tersangka berinisal HB (21) yang diduga melakukan pengerusakan mobil pelat merah Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumatra Utara di depan Kampus Institute Teknologi Medan (ITM) 8 Oktober lalu.

“Jadi yang kita tekankan, yang kita tangkap adalah tersangka. Tersangka yang pada saat itu mengikuti aksi damai tersebut,” ujar Riko, Jumat (23/10/2020) petang.

Riko beralasan, pihaknya melakukan penangkapan saat aksi damai karena khawatir tersangka mengulangi perbuatannya yaitu Memprovokasi massa aksi damai menjadi ricuh.

“Yang kita khawatirkan, karena kejadian tanggal 8 tersangka ini adalah termasuk salah satu  provokator dan pelaku perusakan. Jadi kita khawatirkan dia memprovokasi teman-temannya lagi makanya kita amankan,” ungkap Riko.

Ditanyai lebih lanjut soal kericuhan yang terjadi karena penangkapan itu, Riko tetap bersikukuh untuk mencegah aksi provokasi terulang dilakukan tersangka.

“Ricuh? Tadi alasan sudah disampaikan. Kalau dibilang tidak menghitung (dampak) kita sudah menghitung. Dan sudah kita sampaikan yah hasilnya seperti ini,” tukasnya.

Sementara itu, tersangka HB mencoba membantah soal tudingan pengerusakan mobil seperti sangkaan polisi. Katanya, saat itu HB sempat mencegah rekan-rekannya melakukan pengerusakan.

“Saya tidak ada ikut dalam pengerusakan. Saya disitu malah melarang kawan-kawan untuk melakukan pengerusakan. Sebenarnya mobil itu untuk panggung aspirasi. Tapi gara-gara banyak dari kawan-kawan yang terprovokator oleh satu dua dan tiga orang maka terjadilah seperti itu,” ujar HB

Sebelum pengerusakan itu, Habib mengaku sedang makan bakso. Namun dua temannya yang saat ini buron menunjukkan ada mobil pelat merah yang melintas di depan ITM. Massa kemudian membalikkan mobil itu. Beberapa orang dalam video yang beredar juga terekam melakukan aksi pengerusakan. Bahkan, saat itu mobil akan dibakar.

“Di situ kawan – kawan sudah mengelilingi. saya larang untuk berbuat kekerasan. Itu hanya untuk panggung aspirasi,” ungkapnya.
Tersangka HB dikenakan Pasal 170 KUHPidana tentang tindak pidana kekerasan terhadap orang atau barang secara bersama-sama Jo Pasal 406 KUHPidana tentang pengerusakan. Dia terancam hukuman penjara 5 tahun 6 bulan penjara.

Saat ini, polisi tengah mengembangkan kasus itu. Polisi juga tengah mengembangkan kasus pembakaran mobil polisi di Jalan Sekip.

“Ada beberapa DPO yang kita kejar,” ungkapnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *