Ricuh Demo UU Cipta Karya, 21 Dari 235 Pendemo Yang Diamankan Polisi Reaktif Covid-19

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja

MEDANHEADLINES.COM, Medan -Personil kepolisian berhasil mengamankan 253 orang yang terlibat kericuhan saat melakukan unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja di gedung DPRD Sumut,Kamis (8/10)

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan dari 253 orang ini 9 orang diantaranya berasal dari Labuhan batu dan 1 orang dari Padang Sidempuan

” Saat diperiksa melalui Rapid Tes, 21 orang diantaranya dinyatakan reaktif Covid-19,” Jelasnya.

Tatan juga menjelaskan, Hingga saat ini polisi baru menetapkan tiga orang tersangka, Sementara untuk yang dinyatakan reaktif saat ini dipindahkan ke salah satu ruangan di direktorat Reskrimum,

” Tiga orang yang menjadi tersangka itu adalah yang membawa klewang dan 2 orang lainnya yang melakukan pembakaran mobil wakarumkit,” jelas Tatan.

Tatan juga merinci dalam aksi ricuh kemarin, sebanyak 34 orang personil Polri mengalami luka. Mereka semua sudah mendapatkan perawatan.

“Ada 34 personel. Luka luka, ada yang patah kaki. Ada yang kepalanya bocor. Giginya patah,” beber Tatan.

Selain itu, Dalam kerusuhan ini 4 kendaraan mengalami kerusakan yaitu Dua diantaranya milik Polri, Satu milik Pemko dan satu milik masyarakat umum.

“Di Lapangan Merdeka, ada 2. Satu bus dan satu unit Innova pecah-pecah kacanya. Kemudian ada mobil dinas Wakarumkit dibakar, di wilayah Medan Baru, Jalan Meranti. Kemudian ada 1 mobil pelat merah milik Pemko Medan dirusak di Jalan Sisingamangaraja,” urai Tatan.

Tatan juga menegaskan tidak ada penjarahan dalam aksi kemarin. “Khususnya wilayah Medan Fair, itu tidak ada. Itu dihalau,”ungkapnya.

“Kita hanya menyarankan, kepada massa aksi, Kita saat ini menghadapi pandemik COVID-19. Dan jelas dari hasil atau data yang kita lihat, begitu banyak masyarakat yang terpapar COVID-19. Kita gak mau, dengan pengumpulan massa, melanggar protokol kesehatan yang berakibat pada penyebaran COVID-19. Kita gak tahu siapa yang terpapar atau tidak terpapar,’ imbuhnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *