Gagalkan Penyeludupan Sabu, BNN Amankan 40 Kilogram Sabu dan 6 Orang Tersangka

Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari (istimewa)

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengang Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Aceh dan Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara (Sumut) berhasil menggagalkan aksi penyelundupan narkoba jenis sabu

Dalam pengungkapan kasus ini, Petugas berhasil mengamankan 40 kilogaram sabu dan menangkap enam orang tersangka di tiga lokasi yang berbeda.

Deputi Pemberantasan Narkoba BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan, Pengungkapan kasus ini berawal saat, Kamis (25/6) petugas mendapat informasi terkait upaya penyelundupan sabu di perairan Aceh.

” BNN kemudian berkoordinasi dengan Kanwil Bea Cukai Aceh untuk melakukan pengejaran. Kanwil Bea Cukai Aceh kemudian mengirimkan kapal patroli laut Bea dan Cukai BC 15021 dan BC 20011 untuk melakukan pemantauan di laut,” Ungkapnya.

Lalu, Pada hari Sabtu, (27/6), tim gabungan melihat pergeseran dua orang tersangka MF dan MR dengan membawa barang bukti narkoba ke arah Medan.

“Kami kemudian melakukan penangkapan di Jalan Binjai-Medan KM 14 dan mengamankan 29 bungkus sabu yang disimpan dalam dua karung,” Jelas Arman, Senin (29/6).

Usai menangkap kedua tersangka,Tambah Arman, Petugas kemudian melakukan pengembangan dan menangkap 2 tersangka lainnya yakni BM dan AM.

“Kedua tersangka BM dan AM ditangkap di areal parkir pusat perbelanjaan Carrefour Medan. Kedua tersangka tengah menunggu MR dan MF untuk selanjutnya membawa sabu ke Surabaya,” kata Arman.

Setelah mengamankan empat orang tersangka, petugas kemudian melakukan pengembangan ke wilayah Bireuen Aceh. Di Bireuen, petugas menangkap 2 orang tersangka yakni RZ dan MRU.

“Dari tangan keduanya, petugas mendapatkan barang bukti sabu sebanyak delapan bungkus,” ujar Arman.

Dari hasil pemeriksaan keenam tersangka, Arman mengatakan para pelaku merupakan sindikat dari jaringan pengedar narkoba internasional.

Mereka mendapatkan barang haram tersebut dari seorang warga Malaysia berinsial CDR.

” BNN juga sudah berkoordinasi dengan penegak hukum di Malaysia untuk melakukan pengembangan penyelidikan terhadap CDR tersebut,” Pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *