MEDANHEADLINES.COM, Tapanuli Tengah – Bupati Tapanuli Tengah, Sumatera Utara Bakhtiar Ahmad Sibarani langsung mengambil langkah cepat untuk memutus penyebaran COVID-19.
Hal itu disampaikan Bupati pasca dua orang warga dinyatakan pasien positif COVID-19. Kedua pasien tersebut merupakan pasangan suami istri.
“Rapid tes dan Isolasi juga sudah kita lakukan terhadap keluarga dan tetangga pasien,” jelasnya.
Bupati menyebut, dua warganya itu tinggal di Kelurahan Sihaporas Nauli, Kecamatan Pandan. Salah satu pasien diketahui berprofesi sebagai perawat di ruang IGD RSU FL Tobing.
“Kita tidak mau menyalahkan siapun dalam kasus ini. Kita berharap semua pihak bisa bekerja sama dan serius untuk memutus penyebaran COVID-19,” ungkapnya.
Bupati mengaku, melihat kondisi saat ini, tim Gugus Tugas Tapteng telah mendirikan 3 posko di daerah tempat tinggal pasien.
Petugas yang terdiri dari tenaga medis, TNI, Polri, Dishub dan Satpol-PP juga telah ditempatkan di posko tersebut untuk melakukan pengawasan.
“Dan saya tegaskan kepada para petugas, siapapun yang datang, agar tidak diperbolehkan masuk,” katanya.
Selain mendirikan posko, kata Bupati beberapa kebijakan juga turut dilakukan. Beberapa warga di Kelurahan Sihaporas Nauli akan menjalani lockdown selama 14 hari.
“Dari 4 lingkungan, ada 3 lingkungan yang menjalani lockdown. Kebijakan itu kita lakukan demi kepentingan dan kesehatan masyarakat. Kami tidak mau ada lagi warga yang terkena COVID-19,” tegasnya.
Bupati menjelaskan, sebanyak 135 KK akan menjalani kebijakan tersebut dengan jumlah warga mencapai 605 jiwa. “Kita juga telah menutup tiga jalur alternatif menuju daerah tersebut,” kata Bupati.
Bupati mengaku bahwa kebijakan tersebut akan berdampak bagi ekonomi masyarakat. Untuk itu, kata dia pihaknya juga tidak menutup mata dengan kondisi yang dihadapi warga nya itu.
“Mulai hari ini, Dinas Sosial telah menyalurkan makanan bagi warga. Makanan itu kita berikan 3 kali dalam sehari,” jelasnya (hen)












