Jelang Tahun Ajaran Baru, Aceh Siapkan Simulasi Belajar Mengajar Dengan Protokol Kesehatan

MEDANHEADLINES.COM, Banda Aceh – Jelang Tahun Ajaran 2020-2021, Dinas Pendidikan Aceh tengah menyusun simulasi proses belajar mengajar secara tatap muka.

Simulasi dilaksanakan untuk melihat sejauh mana sekolah atau daerah siap melaksanakan sistem pembelajaran tatap muka dengan protokol pendidikan dan kesehatan ditengah masa pendemi Covid 19.

Rencananya simulasi akan dilaksanakan mulai pekan depan setelah perangkat protokol kesehatan disiapkan.

“Rencana simulasi itu minggu depan. Kita akan berikan dulu waktu Kepala Sekolah membentuk kepanitiaan untuk menyiapkan semua perangkat protokol kesehatan itu dipenuhi dulu,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri

Rachmat mengatakan protokol pendidikan sejalan dengan protokol kesehatan yang selama ini telah berlaku di Indonesia. Misalnya ditingkat sekolah harus ada Petugas Covid 19 yang bekerjasama dengan Unit Kesehatan Sekolah. Petugas ini harus memastikan tidak ada kerumunan. Bagi pengantar, dilarang parkir dan harus segera berlalu setelah menurunkan siswa.

Para siswa harus menggunakan masker dan menjalani pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki lingkungan sekolah. Jumlah siswa tiap kelas juga akan dibatasi dari rata-rata 30an siswa menjadi sekitar 15 siswa. Begitupun setiap sekolah harus telah di disinfektan dan memiliki tempat cuci tangan serta fasilitas-fasilitas lain sesuai dengan standar kesehatan.

Dalam proses belajar mengajar, para guru diharapkan dapat menyampaikan langsung pokok pelajaran. Hal itu berkenaan dengan waktu pembelajaran yang kemungkinan akan dipangkas dari sebelumnya 45 menit per satu jam pembelajaran, menjadi hanya 20 sampai 25 menit.

Berbagai standar kesehatan yang akan dilaksanakan nantinya hingga saat ini terus dimatangkan dan segera disosialisasikan kepada Kepala Dinas, Kepala Sekolah dan Pengawas masing-masing.

“Jadi dalam sebulan ini kita siapkan dan Insya Allah beberapa hari kedepan SOP kita sudah siap. Setelah semua dilakukan baru kita akan ajukan kepada Pak Gubernur dan Forkopimda proses yang telah kita jalani dan sekolah-sekolah atau daerah yang siap melaksanakan pembelajaran tatap muka,” pungkasnya. (ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *