Pasien Positif Covid-19 Terus Bertambah, Pemko Medan Akan Terapkan Cluster Isolation

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Jumlah Warga Medan yang terpapar Virus Covid-19 Kembali bertambah, Dari data Terbaru menyebut adanya seorang lagi warga yang dinyatakan positif sehingga jumlah total warga yang positif Covid-19 menjadi 63 orang.

Dari 63 orang warga yang positif Covid-19 tersebut, 13 orang diantaranya sembuh, 7orang meninggal dan 43 orang masih dirawat.

Masih berdasarkan data, warga yang masuk dalam status pasien dalam pengawasan (PDP) dan saat ini menjalani perawatan sebanyak 84 orang. Selanjutnya, warga yang masuk dalam status orang dalam pemantauan (ODP),

tercatat saat ini masih ada 96 orang yang masih dalam pemantauan. Lalu, 616 orang warga yang masuk kategori pelaku perjalanan (PP) masih dalam pemantauan. Serta, 234 orang lagi yang masuk kategori orang tanpa gejala (OTG) masih dalam pemantauan.

Sementara itu jumlah kecamatan yang masuk zona merah juga berkurang, saat ini tinggal 8 kecamatan saja yakni kecamatan Medan Sunggal, Selayang, Tuntungan, Johor, Amplas, Kota, Denai serta Tembung. Pengurangan ini terjadi setelah Kecamatan Medan Helvetia dan Medan Petisah yang sebelumnya masuk zona merah, kini telah menjadi kuning kembali.

Selain Medan Helvetia dan Medan Petisah, ada 11 kecamatan lagi yang masuk zona kuning yaknio Kecamatan Medan Belawan, Marelan, Labuhan, Deli, Timur, Barat, Baru, Polonia, Area, Perjuangan dan Maimun. Oleh karenanya Akhyar pun minta kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terus melakukan penyemprotan di kecamatan yang masih zona merah.

Akhyar pun mengakui pertambahan warga yang positif Covid-19 bertambah. Hanya saja ungkapnya, pertambahan itu tidak massif dan masih terkontrol.

Akhyar juga menjelaskan bahwa ia baru saja dipanggil Gubsu Edy Rahmayadi. Dalam pertemuan dengan orang nomor satu di Pemprov Sumut itu terkait penanganan Covid-19, Akhyar menjelaskan, Kota Medan tidak akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di ibukota Provinsi Sumut.

“Kota Medan tidak akan melaksanakan PSBB tetapi akan menerapkan Cluster Isolation. Sebab, warga yang positif Covid-19 dan PDP sudah terisolasi di rumah sakit. Sedangkan bagi warga yang masuk ODP, OTG dan PP masih berkeliaran. Melalui Cluster Isolation ini, mereka lah nanti yang akan kita isolasi agar tidak berkeliaran lagi sehingga rentan menularkan virus corona di tengah-tengah masyarakat,” jelas Akhyar Ketika membagikan sembako bersama Satuan Lingkungan Respon Dampak (Salink Dampak) Covid-19 kepada warga di Masjid Wakaf Jalan Pematang Pasir Lingkungan VII, Klurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Rabu(22/4)

Dijelaskan Akhyar, Cluster Isolation ini akan secepatnya diterapkan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Saat ini terangnya, draf Perwal tentang Cluster Isolation sdang dipersiapkan. “Insya Alllah begitu draf perwalnya selesai, maka kita akan menerapkan Cluster Isolation. Insya Allah dengan Cluster Isolation ini, semoga kita dapat mengatasi Covid-19,” harapnya.

Di samping itu, tegas Akhyar, dukungan masyarakat dengan mengenakan masker di manapun berada sangat membantu dalam upaya mengatasi penyebaran Covid-10, termasuk ketika melaksanakan shalat. Bahkan papar Akhyar, dirinya telah bertemu dengan beberapa ulama dan menanyakan langsung penggunaan masker ketika shalat.
Terakhir Akhyar menjelaskan, Pemko Medan tidak melarang masyarakat untuk berusaha, terutama berjualan.

Hanya saja tidak menyediakan kursi dan meja untuk mencegah masyarakat berkumpul. “Berjualan tidak dilarang. Yang dilarang cuma berkumpul-kumpulnya. Kalau udah berkumpul pasti bercakap-cakap sehingga percikan air liur di khawatirkan akan bertebaran kemana-mana. Ini yang kita khawatirkan dapat menyebabkan penularan Covid-19,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *