Gubsu : Sumatera Utara Belum Butuh PSBB

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Penyebaran Virus COVID-19 di wilayah Sumatera Utara terus mengalami peningkatan setiap harinya, Data terakhir yang disampaikan Gugus tugas menyebut hingga Jumat (17/4) pasien positif Covid mencapai 103 kasus.

Oleh karena itu, Sejumlah pihak mendesak agar Sumatera Utara mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Termasuk Kota Medan, ibukota provinsi yang sudah masuk menjadi zona merah.

PSBB dianggap sebagai payung hukum pemerintah untuk bisa bertindak tegas. Tidak lagi dengan imbauan-imbauan yang belakangan tidak diikuti masyarakat.

Namun Gubernur Sumut Edy Rahmayadi berpendapat lain. Dia tidak menerapkan PSBB untuk menekan angka COVID-19

“PSBB itu Pembatasan Sosial Berskala Besar. Sumatera Utara saat ini belum butuh itu,” ungkap Gubernur Edy Rahmayadi disela peninjauan alat uji swab di Rumah Sakit USU, Jumat (17/4).

Kata Edy, Pemprov Sumut sudah menerapkan dua konsep besar untuk penyelesaian COVID-19.  Yang pertama adalah konsep secara fisik. Menyiapkan rumah sakit dengan peralatan yang mumpuni.

“Menyiapkan rumah sakit, segala dengan alat dan peralatannya. Kemungkinan-kemungkinan tersebut bisa menyelesaikan orang-orang yang terpapar,” ungkapnya.

Kemudian konsep nonfisik untuk menanganani dampak sosial. Karena selama masa pandemi ini, sudah banyak masyarakat yang terkena dampak ekonomi.

“Dengan menggunakan dana desa, dan menggunakan re focussing dan realokasi dana. Baik itu di tingkat desa, kabupaten kota, maupun provinsi,” pungkasnya.

Diketahui, Pemprov Sumut utnuk tahap pertama menyiapkan Rp500 miliar untuk penanganan. Jika dalam tiga bulan COVID-19 belum selesai maka akan ditambah dengan jumlah yang sama. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *