Sejak Wabah Covid-19, Kejatisu Telah Sidangkan 3.807 Perkara Secara Online

 

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) saat ini telah menyidangkan sekitar 3.807 perkara secara online yang tersebar di Kejari dan Cabjari selama wabah virus Covid-19 Melanda Indonesia

” Pelaksanaan persidangan secara online ini mengacu pada Insja No 5 tahun 2020 tanggal 23 Maret 2020 dimana salah satu poin dalam instruksi tersebut untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 maka jajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara telah menindaklanjuti Insja tersebut dengan menerapkan persidangan pidana secara teleconference/live streaming, Ungkap Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Dr. Amir Yanto, SH,MM,MH melalui Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejatisu Edyward Kaban, SH,MH

Menurut Edyward Kaban, sejak diberlakukannya instruksi Jaksa Agung tersebut, semua Kejaksaan Negeri dan Kejati Sumut menggelar sidang dengan sistem online. Dimana, dalam pelaksanaannya terdakwa mengikuti persidangan tetap berada di Rutan/Lapas, sedangkan Hakim, Penuntut Umum, PH dan Saksi berada di PN dengan menggunakan sarana Teleconference/live streaming.

“Saat ini di Wilayah Hukum Kejatisu yang sudah melaksanakan persidangan online ada sekitar 15 Kejari, sedangkan sisanya sebanyak 13 Kejari dalam proses persiapan untuk sidang secara online,” katanya,

Untuk data persidangan secara online sudah dimulai sejak 30 Maret 2020 sebanyak 231 perkara, 31 Maret 2020 sebanyak 402 perkara. Untuk tanggal 1 April 2020 sebanyak 351 perkara,tanggal 2 April 2020 sebanyak 482 perkara, tanggal 3 April 2020 ada 17 perkara, tanggal 6 April 2020 sebanyak 616 perkara, tanggal 7 April 2020 sebanyak 673 perkara, tanggal 8 April 2020 sebanyak 612 perkara, tanggal 9 April 402 perkara dan per tanggal 13 April kemarin ada 621 perkara yang disidangkan secara online di wilayah hukum Kejatisu.

“Saya sangat mengapresiasi rekan-rekan para Kajari, Pengadilan dan Lapas/Rutan yang sudah mendukung pelaksanaan sidang online ini. Untuk teknis pelaksanaannya di lapangan saya serahkan ke masing-masing Kajari dan Jaksa yang bertugas dalam persidangan,” tandas mantan Kajari Tangerang ini.

Sementara Kasi Pidum Kejari Medan, Parada Situmorang, SH,MH saat dikonfirmasi Jumat (17/4/2020) menyampaikan bahwa semua persidangan termasuk sidang perkara mantan Hakin PN Medan juga digelar secara online.

“Kecuali terhadap tedakwa yang tidak ditahan,” Pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *