Pembebasan Napi Terkait Covid-19, Kapolrestabes : Tak Usah Khawatir Karena Tetap Diawasi

 

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Hukum dan Ham telah mengeluarkan Kebijakan pembebasan terhadap Puluhan ribu para narapidana (Napi) di seluruh Indonesia
Sementara untuk di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) ada sebanyak 49 Napi yang di bebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta.

Terkait kebijakan tersebut, pihak kepolisian meminta kepada masyarakat untuk tidak khawatir menyusul pandemi COVID-19. Selain telah menjalani pembinaan, mereka juga tetap terus dipantau.

“Saya yakin dan percaya saudara kita telah menjalani hukuman pidananya. Dan masyarakat tidak perlu khawatir dengan bebasnya mereka karena saya yakin sistem pembinaan di Lapas cukup efektif,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jhonny Edizzon Isir, saat konferensi melalui video, pada Jumat (3/4).

Kepolisian, lanjut Johnny, telah melakukan pendataan terhadap napi yang dibebaskan. Beberapa langkah antisipasi terus dilakukan. Salah satunya meraka menjalin komunikasi dengan napi dan keluarganya.

“Mari kita bergandengan tangan mempercepat penanganan Covid-19 ini,” ucap mantan ajudan Presiden Joko Widodo itu.

Kemarin lalu, Lapas Tanjung Gusta telah membebaskan 43 napi melalui asimilasi dan integrasi guna mencegah penyebaran virus Corona. Pekan depan rencana ada sekitar seratus napi lainnya yang akan dibebaskan.

Dalam kesempatan yang sama, Jhonny juga menjelaskan, bahwa Polrestabes Medan sudah mengerahkan 662 personel untuk mengamankan rumah sakit yang merawat pasien COVID-19. Mereka nantinya akan menjalani fungsi deteksi, pengembangan, fungsi-fungsi pre-emtif, pencegahan, hingga kepada penegakan hukum.

“Dalam hal itu diemban oleh satuan reserse kriminal beserta unit reserse di polsek,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, Jhonny juga memastikan pihaknya akan memberi pengamanan pada pelaksanaan pemakaman bagi pasien positif maupun pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 yang meninggal dunia. Masyarakat juga diimbau untuk mendukung dan tidak menghalangi proses pemakaman, karena Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sudah memiliki protokol atau prosedur baku dalam proses ini.

Selain itu, wilayah sekitar akan disemprot disinfektan. Ada dua lokasi pemakaman yang disiapkan oleh Pemko Medan, salah satunya yakni di Simalingkar B

“Warga Kota Medan harus mendukung pemakaman pasien COVID-19. Kawan-kawan paramedis sudah tau tata caranya,” jelas Jhonny. (afd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *