Miliki Gejala Covid-19, Wanita Di Padangsidimpuan Dievakuasi ke Rumah Sakit

MEDANHEADLINES.COM, Padangsidimpuan – Seorang Wanita di Kota Padangsidimpuan terpaksa dievakuasi petugas medis ke Rumah sakit Umum Daerah Padangsidimpuan karena kondisi kesehatannya yang memburuk dan memiliki gejala Covid-19, Kamis (2/4) malam.

Dari Informasi yang diperoleh Wanita tersebut merupakan salah satu orang yang masuk dalam daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP) sejak 19 Maret 2020 lalu.Dia teridentifikasi baru melakukan perjalanan dari Jakarta.

Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution mengatakan, perempuan itu tercatat sebagai pelaku perjalanan nomor 459. “Saya baru dapat laporan, Alhamdulillah kondisinyacenderung membaik setelah mendapat perawatan di ruang isolasi RSUD Padang Sidempuan,” ujar Irsan, Jumat (3/4) sore.

Irsan mengatakan, Awalnya pasien sempat berobat ke RSUD Padangsidimpuan beberapa waktu lalu. dan di diagnosis menderita Tuberkulosis.

“Yang bersangkutan menolak untuk dirawat, minta dirawat di rumah saja. Klinis awalnya tidak ada kaitan dengan ini (COVID-19). Kami tidak bisa memaksa karena klinis awal ini tidak ada gejala terkiat Covid-19, kecuali ada gejala kami bisa isolasi paksa saat itu,” ungkap Irsan.

Pihak rumah sakit, kata Irsan, juga sempat meminta kepada pasien agar dirujuk ke Medan. Namun dia tetap ingin dirawat di rumahnya.

Setelah menjalani perawatan di rumah, kondisi pasien tak kunjung membaik. Belakangan malah dikabarkan memburuk. Leih dekat kepada gejala COVID-19. Pihak RSUD Padangsidimpuan langsung mendatangi mereka.

“Kita evakuasi tadi malam ke Rumah Sakit kita,” ungkapnya.

Pihaknya juga sudah menelusuri orang-orang yang pernah berkontak erat dengan pasien. Pihak Pemkab menemukan ada 32 orang yang pernah kontak erat.

“Tim bergerak ke 32 orang ini dan sudah diminta isolasi mandiri di rumahnya. Saya masih menunggu report 32 orang ini untuk kita tetapkan ODP atau OTG (Orang Tanpa Gejala) setelah rapid test,” tukasnya.

Tim juga sudah meminta keluarga yang ada di rumah untuk melakukan isolasi. Sementara pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan swab tenggorok pasien. Sampelnya akan dikirim ke Jakarta untuk diperiksa di Balitbang Kemenkes RI.

“Tadi pagi sudah menstreilkan di lingkungan juga dengan semprotan cairan disinfektan. Kami optimis bisa mengatasi keadaan di sini dengan baik, Insha Allah,” pungkasnya.

Sementara itu Pelaksana Tugas Direktur Utama RSUD Padang Sidimpuan menjelaskan jika pasien mengalami gejala sesak nafas, batuk disertai demam. Perempuan yang ditaksir berumur lebih dari 35 tahun itu juga tengah mengandung. Usia kandungannya enam bulan.

“Ada kemungkinan bisa tertular (ke bayi),” ungkapnya.

Pihaknya hingga kini terus melakukan upaya pemulihan terhadap pasien perempuan itu. Selain itu, pihak RSUD juga tengah merawat satu PDP lagi di ruang isolasi.

Sebelumnya, Gugus Tgas Percepatan Penanganan COVID-19 Padangsidimpuan melaorkan ada 1.292 pelaku perjalanan dari luar daerah. Sebanyak 11 orang ditetapkan menjadi ODP, menurut data hingga Kamis (3/4). Kemudian ada 63 orang yang sudah selesai diobservasi.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *