Update Covid-19 di Sumut : ODP Menurun Hingga 58,9 %

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumatera Utara kembali memperbaharui data terbaru terkait perkembangan penyebaran virus Covid-19 di wilayah Sumut,Minggu (29/3).

Dalam datanya, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah mengumumkan jika ada penurunan drastis terdapat pada Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Jumlah ODP menurun sebanyak 58,9 persen dari hari sebelumnya. Kondisi ini membuat kurva grafik ODP menurun.

“Hari ini ODP jumlahnya 2.556 orang. Menurun dari hari Sabtu atau hari sebelumnya yang bejumlah 4.064 orang,” ungkapnya.

Penurunan ini juga terjadi lantaran ada penyesuaian kriteria dari revisi ke 4 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Sementara itu sampai saat ini ada 14 kasus positif corona di Sumut. Dua di antaranya meninggal dunia. Data ini tidak berubah dari hari sebelumnya. Dari dua orang yang meninggal, salah satunya adalah dokter paru-paru yang punya riwayat perjalanan ke Israel dan Italia. Saat ini ada 12 pasien positif corona yang masih dirawat di rumah sakit.

Sementara ada sejumlah kasus COVID-19 yang meninggal dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau yang belum keluar hasil penelitian sampel dari Balitbang Kemenkes RI.

Aris juga melaporkan jika saat ni ada 15 pasien negatif corona yang masih dirawat. Kemudian ada 7 pasien negatif corona yang sudah dipulangkan.

Saat ini juga ada 77 PDP yang di rawat di sejumlah rumah sakit yang ada di Sumut. Data PDP sama seperti hari sebelumnya. “Seluruh PDP dirawat di rumah sakit yang ada di 7 Kabupaten kota mulai dari Medan, Pematang Siantar, Tanjung Balai, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Dairi dan Mandailing Natal,” imbuhnya.

Aris pun meminta masyarakat tetap mengikuti imbauan physical distancing atau menjaga jarak dengan orang yang lainnya. Baik saat berada di luar rumah ataupun di dalam rumah. Dia juga mengajak masyarakat untuk tidak panik dengan kelangkaan masker dan hand sanitizer.

“Orang saat ini lebih panik tidak memiliki masker dan hand sanitizer di lapangan. Harusnya kita lebih panik jika kehilangan antibodi di tubuh. Karena virus tidak bisa dihindari hanya bisa dikalahkan oleh antibodi. Di dalam tubuh kita, Antibodi itu seperti pabrik.Kadang jumlahnya banyak, kadang jumlahnya sedikit. Supaya produksinya banyak, sering-sering mengonsumsi vitamin C dan E setiap hari. Dan berjemur saat pagi supaya mendapatkan sinar ultraviolet,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *