Kasus Corona Terus Meningkat, Pemerintah Buka Pendaftaran Relawan Corona

Sejumlah dokter spesialis di RSUP Persahabatan Jakarta Timur membantu menurunkan pasien dari dalam mobil ambulan RSCM Jakarta, Rabu (4/3/2020). (ANTARA/Andi Firdaus/aa).

MEDANHEADLINES.COM – Butuh Ribuan Dokter dan Perawat, Pemerintah Buka Pendaftaran Relawan Corona
Angka temuan kasus positif yang di Indonesia semakin meningkat. Tak main-main, dalam sehari kasus selalu bertambah di atas 100 orang, sehingga kini total ada 893 kasus di Indonesia.

Maka dengan itu Koordinator Relawan Gugus Tugas Covid-19, Andri Rahadian secara terbuka menyampaikan pembukaan pendaftaran relawan kemanusiaan untuk menghadapi pandemi Covid-19.

“Memanggil mengajak para relawan menjadi bagian dari pejuang kemanusiaan. Pada hari ini kami sudah membuat micro di website BNPB, untuk bisa menerima pendaftaran para relawan sekalian,” ujar Andri di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (26/3/2020).

Ia mengatakan dengan jumlah pasien, PDP, dan ODP yang terus meningkat setidaknya Indonesia butuh 1.500 dokter dan 2.500 perawat, untuk berada di garda terdepan penanganan pandemi Covid-19.

“Saat ini Indonesia butuh 1.500 dokter, terutama dokter spesialis paru, dokter spesialis anestesi dan juga dokter umum. Pranata lab, sekitar 2.500 perawat dan juga bagian administrasi rumah sakit, sampai dengan supir ambulans,” ungkapnya.

Tidak hanya praktisi medis, pendaftaran relawan ini juga terbuka bagi siapapun yang bersedia. Khususnya para mahasiswa akhir yang bisa mengedukasi dan memberikan penyuluhan secara online kepada masyarakat maupun pasien.

“Teman-teman mahasiswa tingkat akhir akan menjadi lapis kedua sebagai bagaimana pencegahan. Teman-teman mahasiswa akan membantu konsultasi baik psikologis maupun medis yang akan dilakukan melalui online,” jelas Andri.

Ia menegaskan relawan dokter, perawat, dan petugas administrasi di rumah sakit akan menjadi garda terdepan persiapan penanganan pandemi ini.

“Gugus tugas berjasama dengan asosiasi, LSM, perguruan tinggi, bersama-sama mengajak semua elemen untuk bergabung jadi relawan, dimana para dokter, perawat serta administrasi rumah sakit, akan berada di gugus depan menangani pasien dan rumah sakit,” tutupnya.(red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *