Banyak ODP Tak Isolasi Diri, Ini Yang Akan Dilakukan Pemerintah

 

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 di Sumut melonjak menjadi 763 orang. Banyak di antaranya yang tidak mengindahkan imbauan untuk mengisolasi diri, sehingga
Pemerintah saat ini sedang mempertimbangkan untuk mengungkap identitas orang dalam pemantauan (ODP) uang membandel karena tidak mengindahkan imbauan untuk mengisolasi diri

“Dalam perjalanannya, ODP kita ini banyak yang membandel. Kami sudah meminta saran hukum kepada ahli hukum. Mungkin kami akan mengumumkan ODP ini di mana saja, sehingga dia tidak membahayakan orang lain. Supaya masyarakat yang menjaga dia agar tidak ke mana-mana,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan saat konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara, Senin (23/3).

Alwi juga mengatakan hal ini dilakukan karena Jumlah ODP di Sumut saat ini terus bertambah.

“Dalam sehari saja angkanya bertambah 35 persen dari 496 orang menjadi 763 orang,” Jelasnya
Menurut Alwi, data ODP ini diperoleh dari penelusuran kontak erat dengan pasien positif sejak 14 hari sebelum dinyatakan positif.

“Kemudian ditelusuri siapa saja yang pernah kontak erat, baik yang di rumah, satu mobil, dan yang berjarak setengah meter. Kemudian kami catat,” sebut Alwi.

Selain itu ODP juga diperoleh dari penelusuran gugus tugas terhadap orang-orang yang baru pulang dari negara terjangkit, seperti Singapura dan Malaysia.

“Di lapangan ini tidak mudah, karena tidak semua orang bersedia ditanya. Petugas kami sampai ada yang diancam dan sebagainya di beberapa daerah,” tegas Alwi.

Identifikasi ODP ini diharapkan dapat memudahkan upaya memutus rantai penularan. Mereka diharapkan mengisolasi diri selama 14 hari.

“Di awal ODP banyak yang tidak berkenan mengisolasi diri, makanya sekarang dampaknya kita rasakan. Ada peningkatan yang signifikan. Ke depan kita harapkan ODP yang 763 ini bisa isolasi di rumah. Mudah-mudahan kita bisa memutus rantai penularan,” harap Alwi.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *