Terdakwa Penipuan Kopi Dituntut Tiga Tahun

MEDANHEADLINES.COM, Medan –
Direktur PT Sari Opal Nutrition, Dr Benny Hermanto (65) dituntut jaksa penuntut umum (JPU) Joice V Sinaga selama tiga tahun penjara, di Ruang Cakra III, Pengadilan Negeri Medan, Rabu (11/3). Ia dinilai bersalah melakukan tindak pidana penipuan terhadap rekan bisnisnya, Surya Pranoto.

“Menuntut, menyatakan dr Benny Hermanto secara dan sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana dalam Pasal 378 KUHPidana dakwaan ke 1. Menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa selama tiga tahun penjara, dikurangi masa tahanan sementara,” ujar Jaksa Joice dihadapan majelis hakim diketuai Tengku Oyong.

Dalam amar tuntutan itu, jaksa juga memerintahkan warga Kebun Jeruk, Jakarta Barat ini untuk ditahan. Sebab, terdakwa dapat penangguhan penahanan sementara selama proses sidang. Menurut jaksa, terdakwa tidak mengakui perbuatan dan membuat korbannya mengalami kerugian hingga Rp356 juta lebih.

“Hal yang meringankan, terdakwa tidak pernah dihukum dan berlaku sopan selama persidangan,” ungkap jaksa.

Jaksa Joice menyebut terdakwa telah menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan maksud melawan hukum. Terdakwa dan Surya Pranoto selaku Direktur PT Opal Coffee Indonesia sudah berteman sejak 1996. Terdakwa membeli kopi dari perusahaan milik Surya Pranoto sejak 2016 dan pembayaran seluruh pesanan dibayar sesuai penagihan.

Tetapi sejak Maret 2018, pembelian kopi dari PT Opal Coffee sebanyak 7 Pre Order (PO) atas pemesanan barang tersebut, PT Opal Coffee mengeluarkan 15 bon faktur tetapi hanya dua yang dibayar dan tersisa 13 bon faktur dengan total Rp356.939.000 belum dibayar. Padahal kopi telah diterima PT Sari Opal Nutrition.

“Ada peristiwa hukum di mana barang sudah diterima pihak terdakwa. Barang tersebut dalam penguasaan terdakwa yang dijanjikan terdakwa membayar batas waktu paling lama 60 hari.
Terdakwa punya niat mengambil keuntungan sendiri dengan tidak membayarkan ke korban dengan hanya menyatakan pembayaran di hold atau ditunda, melalui karyawannya,” ucap jaksa.

Perbuatan terdakwa, lanjut Jaksa Joice, tidak berhak menunda pembayaran dengan alasan tidak ada uang. Sebab, terdakwa berjanji membayar tenggat waktu 60 hari. Tetapi terdakwa berhasil dengan kata-kata tipu muslihat kepada korban, untuk meminta mengirimkan kopi tersebut.

Usia mendengar tuntutan tersebut, terdakwa melalui penasihat hukumnya menyatakan akan mengajukan pembelaan (pleidoi) pada sidang berikutnya. Hakim Ketua, Tengku Oyong oun langsung menunda sidang.

Di luas persidangan, terdakwa yang di dampingi penasihat hukumnya saat diminta tanggapan terkait tuntutan itu, enggan memberikan komentar. Mereka langsung berlalu sembari menyatakan akan menjelaskan di nota pembelaan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *