Melarikan Diri Saat Ditangkap, Kaki Pelaku Curat Ditembak Polisi

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Personel Reskrim Polsek Medan Kota “menghadiahi” Peluru di kedua kaki Gembel alias Andrian Sihombing yang mencoba melarikan diri saat hendak ditangkap akibat aksi Pencurian yang ia lakukan.

Kapolsek Medan Kota Kompol Rikki Ramadhan mengatakan, Pelaku terpaksa ditembak karena tidak menghiraukan tembakan peringatan yang sudah diberikan petugas.

” Pelaku Malah Lari, sehingga kita beri tindakan tegas dan terukur,” Jelas Rikki, Kamis (23/1/2020).

Rikki juga mengungkapkan, Warga Jalan Tangguk Bongkar VI Gang Langgar, Kecamatan Medan Denai, ini diringkus karena melakukan aksi pencurian dengan pemberatan.

Korbannya yakni Rahmad R Hutagaol (37) warga Jalan Sempurna Perum Puri Bahagia Medan Kota dan Sahat Maruli Tua Boang Manalu (19) warga Jalan Air Bersih, Kecamatan Medan Kota.

Aksi terakhir, kata Rikki, pelaku membongkar rumah Sahat Maruli Tua Boang Manalu, pada Selasa (12/11/2019) sekira pukul 06.30 WIB. Dari situ pelaku berhasil menggasak sepeda motor korban.

“Pelaku masuk dengan cara merusak pagar rumah korban,” ujar Rikki.

Berdasarkan laporan korban polisi kemudian melakukan serangkaian penyelidikan. Tepat Senin (20/1) sekira pukul 18.00 WIB, personel Polsek Medan Kota meringkus Gembel dari Pasar I Kampung Tapanuli, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Saat diinterogasi pelaku mengaku beraksi bersama dengan temannya Rifki alias Katel, Dede alias Musang dan Nando yang lebih dulu ditangkap. Polisi lalu mengembangkan kasus ke penadah barang hasil curian di daerah Marendal.

“Penadahnya disebut si Om. Saat itulah pelaku mencoba kabur dan akhirnya kita lumpuhkan,” ucap Rikki.

Selain pelaku, lanjut Rikki, petugas turut menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya satu buah gunting potong besar, satu buah kunci Y, satu buah tang kecil, dua buah kunci L, dua buah anak kunci, satu buah anak kunci bentuk b dan satu buah masker warna hitam.

Kepada polisi, pelaku sudah puluhan kali beraksi di lokasi yang berbeda. Setiap beraksi spesialis pencurian dengan pemberatan ini selalu berhasil menggasak sepeda motor korbannya.

“Pelaku kita jerat dengan Pasal 363 tentang Pencurian dengan Pemberatan (Curat). Ancaman hukumannya minimal lima tahun penjara,” pungkasnya (afd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *