Tim Gabungan Polri dan TNI Temukan 5 Hektar Ladang Ganja di Madina

MEDANHEADLINES.COM, Madina – Tim gabungan Satgassus Narkoba Polri, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Ditresnarkoba Poldasu, Polres Metro Jakarta Barat, Polres Mandailing Natal (Madina) serta Koramil 13 Panyabungan Kodim 0212/TS, Sabtu (18/1/2020) berhasil menemukan lahan ganja seluas 5 hektar di dua lokasi di pegungan Pegunungan Simpang Pahu, Desa Banjar Lancat, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Madina

Penemuan ladang ganja ini berdasarkan pengungkapan jaringan narkotika jenis ganja sebanyak 210 kg oleh Ditresnarkoba Polda Metro Jaya di Depok, pengungkapan jaringan narkotika jenis ganja 34 kg oleh Satresbarkoba Polrestro Jakbar di wilayah Jakarta Timur, dan pengungkapan jaringan narkotika jenis ganja 254 kg oleh Satresnarkoba Polrestro Jakbar di Kotanopan, Kabupaten Madina, serta penangkapan tersangka Saparuddin selaku pemilik ladang ganja di Madina oleh Satresnarkoba Polrestro Jakbar, dan Satresnarkoba Polres Madina.

Personel Ditresnarkoba PMJ dipimpin oleh Kasubdit 1 AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya, personel Satresnarkoba Polrestro Jakbar dipimpin oleh AKBP Erick Frendriz, dan personel Ditresnarkoba Polda Sumut dipimpin oleh AKBP Akala Fikta Jayq, serta personel Polres Madina dipimpin oleh AKBP Irsan Sinuhaji.

Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji dalam keterangan persnya, Minggu (19/1/2020) mengatakan, kegiatan operasi bersama pemberantasan dan pemusnahan ladang narkotika golongan 1 jenis ganja di Pegunungan Simpang Pahu, Desa Banjar Lancat, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Madina diawali dengan giat apel bersama di Mapolres Madina yang dipimpin oleh Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji pada Sabtu (18/1/2020) pukul 05.30 WIB.

“Kemudian sekitar pukul 10.00 WIB tim personel gabungan sampai di Desa Banjar Lancat dan kemudian dilanjutkan dengan berjalan laki menuju pegunungan Simpang Pahu, Desa Banjar Lancat, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal,” sebutnya.

Akhirnya sekitar pukul 14.00 WIB, personel gabungan menemukan ladang ganja di lokasi pertama seluas kurang lebih tiga hektare dengan jumlah tanaman kurang lebih 180.000 batang pohon ganja dengan ukuran tinggi tanaman 1,5 meter sampai dua meter (siap panen), dan daun ganja siap edar seberat kurang lebih 30 kilogram, ucapnya.

Selanjutnya personel gabungan menemukan kembali ladang ganja di lokasi kedua seluas kurang lebih dua hektare dengan jumlah tanaman pohon ganja kurang lebih 120.000 batang pohon ganja dengan ukuran tinggi tanaman satu setengah meter sampai dua meter (siap panen), ucapnya.

“Total luas keseluruhan ladang ganja seluas lima hektare yang ditanami pohon ganja sebanyak 300.000 batang,” sebut Kapolres Madina.

“Kemudian tim gabungan melakukan pencabutan dan pemusnahan barang bukti di TKP pertama dan kedua dengan rincian di TKP pertama dimusnahkan sejumlah 179.970 batang dan disisihkan sebanyak 30 batang pohon ganja, dan di TKP kedua dimusnahkan sejumlah 119.970 batang pohon, dan disisihkan sebanyak 30 batang pohon ganja. Jumlah keseluruhan yang dimusnahkan sebanyak 299.940 batang pohon ganja, tandasnya.

Selanjutnya tim gabungan membawa barang bukti 60 pohon ganja yang disisihkan dan lebih kurang 30 kg daun ganja kering untuk kebutuhan sample di Laboratorium Forensik serta guna proses penyidikan lebih lanjut sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *