Pembunuhan Hakim PN Medan, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Mati

 

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Mantan istri Jamaluddin Cut Armayani menghadiri rekonstruksi pembunuhan yang digelar polisi di Komplek Royal Monaco, Jalan Aswad, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Kamis, (16/1/2020)

Meski sudah menjadi mantan istri, Armayani menunjukkan raut kesedihannya saat pelaku yaitu Zuraida (Istri yang dinikahi Jamaluddin setelah bercerai dengannya), Jefri Pratama, (kekasih gelap Zuraida) serta dan Reza Fahlevi (Adik Jefri) melakukan adegan demi adegan pembunuhan yang mereka lakukan

Saat ditanyai Awak media, Armayani enggan berkomentar banyak. Bahkan soal proses hukum dia hanya menunggu keputusan aparat berwenang.

“Saya serahkan ke aparat lah. Apa pun itu yang terbaiklah. Saya tidak bisa komentar apa pun,” ucapnya.

Cut Armayani pun membeberkan  sedikit kisahnya selama bersama Jamaluddin. Dia mendampingi Sang Pengadil selama 14 tahun. Bahkan sejak Jamaluddin belum menjadi hakim.

Dari pernikahannya dengan Jamaluddin, mereka dikarunia sepasang anak. Kenny Akbari Jamal dan Rajif Fandi Jamal. Mereka juga sudah dewasa.

Meski berpisah, komunikasi antara Armayani dan Jamaluddin tetap terjalin. “Paling hanya seputar anak-anak. Komunikasi pernah, tidak sering, karena bagaimanapun beliau adalah bapak anak-anak saya. Apa pun tentang anak saya, saya tanya beliau,” ucapnya.

Cut Armayani juga mengatakan jika Jamaluddin adalah orang yang baik semasa hidupnya. Dia adalah sosok seorang ayah yang mengayomi anak-anaknya. Setiap kebutuhan anaknya pasti  selalu dipenuhi.

“Itu wajib. Beliau orang baik. Beliau tahu tanggung jawabnya. Jangankan anak kandung, anak tirinya juga ditanggunjawabinya,” sebut warga Meulaboh ini.

Di samping Cut Armayani, ikut juga Nur Iman. Perempuan 63 tahun yang merupakan kakak sepupu Jamaluddin.
Nur Iman merasa begitu kehilangan. Dia juga begitu kecewa dengan Zuraida yang tega menghabisi nyawa Jamaluddin. Keluarga Jamaluddin meminta agar pelaku dihukum berat, bahkan dijatuhi pidana mati.

“Kami minta dia (Zuraida) dan teman laki-lakinya itu (Jefri) dihukum mati, karena dia sudah membunuh adik kami,”  ujar warga Jalan Krakatau, Kota Medan itu.

Hukuman yang sangat berat itu juga disepakati oleh seluruh keluarga besar Jamaluddin. Baik yang di Aceh, di Medan maupun di mana saja. Kami mau Dik Nong (panggilan Zuraida) ini sama laki-lakinya itu dihukum mati. Biar dirasakannya apa yang diperbuatnya. Nyawa bayar nyawa,” tukasnya.

Nur Iman pun menuturkan jika selama ini Zuraida tidak bisa membangun hubungan harmonis dengan keluarga besar Jamaluddin. Bahkan jika keluarga dari Aceh datang ke Medan, mereka tidak singgah ke rumah Jamaluddin.  Melainkan ke rumah Nur Iman.

“Di depan kami mereka (Jamaluddin dan Zuraida) tidak bertengkar, tapi terlihat terpisah, satu di sana satu di sini, masing-masing,” ucap Nur Iman yang mengaku sejak awal sudah mencurigai Zuraida sebagai pembunuh sepupunya itu.

Dalam rekonstruksi hari ini, polisi menggelar 77 adegan di beberapa lokasi. Mulai dari Zuraida menjemput  eksekutor, proses eksekusi di kamar, hingga pembuangan jenazah Jamaluddin di kawasan Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang.

Pembuangan jenazah ini adalah rencana lain. Karena awalnya, Zuraida, menyusun skenario seolah-olah suaminya mati karena gagal jantung.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *