Kepala Daerah Diusulkan Studi Banding Ke Singapura, Ini Jawaban Edy Rahmayadi

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Usul Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian agar kepala daerah melakukan studi banding ke Singapura mendapat tanggapan dari Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi

Mantan Pangkostrad itu menunjukan ketidaksepakatannya terhadap eks Kapolri Tersebut.

Menurut Edy Rahmayadi, Kepala Daerah tidak perlu melakukan studi banding ke Singapura. Yang harusnya berangkat ke sana adalah rakyat.

“Yang perlu studi banding rakyatnya, kalau pemimpinnya sudah terlalu sering ke Singapura,” kata Edy Senin petang.
Mengapa rakyat, kata Edy, ada budaya yang harus dipelajari. Khususnya soal disiplin dan menjaga kebersihan.

“Memang di situ tidak ada puntung rokok, orang mau melakukan sesuatu antre, begitu tertib. Kalau rakyat tertib, nggak usah studi banding,” ucap Edy.

Dalam keterangan resminya, Tito berharap kepala daerah melihat secara detail faktor apa saja yang dapat dicontoh dari Singapura dan membawa perubahan tersebut di lingkungannya.

“Sehingga Pemda bisa mendata kebutuhan apa saja yang perlu dipelajari dari Pemerintah Singapura,” kata Mendagri.

Untuk memfasilitasi hal tersebut, diharapkan Kementerian Luar Negeri dan Lembaga Adimistrasi Negara (LAN) dapat berkolaborasi bersama dengan Kemendagri untuk mendukung kerjasama pemerintah daerah dengan Singapura.

“Kemendagri, LAN, dan Kemenlu diharapkan untuk duduk bersama terkait kerjasama kepala daerah dengan Singapura, sehingga Singapura juga diharapkan mendesain Civil Service College yang selaras dengan LAN,” imbuhnya.

Dengan bercermin pada Singapura, diharapkan Pemerintah Daerah mampu mengatasi berbagai persoalan terkait pengelolaan sampah, pengelolaan sumber daya air, serta transportasi publik. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *