Catatan Sejarah di Akhir Tahun 2019, Bakhtiar Resmikan Jembatan Termegah di Tapteng

MEDANHEADLINES.COM – Pemerintah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara saat ini memiliki jembatan terbesar dan termegah yang berada di Sumut. Jembatan itu berada di Kecamatan Barus.

Jembatan dengan sebutan Hamzah Al Fanshuri ini pun diresmikan oleh Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani, Selasa (31/12).

Bakhtiar menyebut, sebelumnya jembatan ini merupakan jembatan gantung, atau rambing. Setiap hujan deras, air sungai yang meluap menimbulkan rasa khawatir bagi warga untuk melintasi jembatan itu.

“Setiap kali musim hujan, banyak anak sekolah yang hendak menyeberang harus berenang menuju ke desa seberang,” katanya.

Dikatakan Bakhtiar, dengan selesainya pembangunan jembatan yang berada di Desa Bungo Tanjung itu, saat ini roda dua maupun roda empat sudah bisa menuju ke empat desa.

Empat desa itu yakni Desa Kampung Mudik, Desa Kinali, Kampung Mudik dan Desa Ujung Batu.

“Tahun 2021 kami juga akan membangun jembatan di Kecamatan Barus yang mengubungkan Desa Bungo Tanjung dan Desa Ladang Tengah,” katanya.

Kepemimpinan Bakhtiar dan Darwin saat ini telah memasuki dua periode. Dengan lama jabatan itu, sudah banyak pembangunan yang telah dilakukan.

Pembangunan itu diantaranya, perbaikan jalan, pembanguan kantor pemerintahan, dan pembangunan sekolah.

“Jangankan tantangan, apapun akan kami hadapi untuk membangun Tapteng. Semua mimpi akan kami wujudkan,” ungkapnya.

Pembangunan jembatan Hamzah Al Fanshuri yang menelan biaya 52 miliyar itu merupakan salah satu janji politik yang sudah terwujud.

Kata Bakhtiar, terwujudnya pembangunan jembatan itu juga tidak terlepas dari dukungan oleh Pemerintah Provinsi Sumut yang bersumber dari Dana Bantuan Keuangan.

“Catat, terwujudnya pembangunan jembatan ini adalah dukungan dari mantan Gubsu, Tengku Ery Nuradi. Tanpa dukungan beliau, dana untuk pembangunan jembatan ini tidak akan ada,” katanya.

Dikatakan Bakhtiar, kedepannya masih banyak lagi program yang akan dilakukan. Saat ini, kata dia Pemkab Tapteng juga akan melakukan pembangunan kantor Bupati.

“Tahun 2020 bulan April, pembangunan kantor Bupati dengan biaya 29 Miliar akan kita lakukan. Dan kita juga telah merencanakan akan membangun taman kota di Pandan,” jelasnya.

Untuk mewujudkan program yang direncanakan itu, Bakhtiar juga berharap adanya perhatian dari Provinsi Sumatera Utara untuk Tapanuli Tengah.

“Kami butuh karya pak Gubenur, bukan ocehan dan marah-marah. Dan saat ini saya dengar, di Tahun 2019 tidak ada bantuan dari Provinsi Sumut untuk Kabupaten dan Kota,” pungkasnya.(hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *