Karyawannya Jadi Tersangka Pencucian Uang, Ini Penjelasan Dari Bank Sumut

Kuasa hukum Bank Sumut Julisman (kanan) dan Sekretaris Perusahaan Bank Sumut Syahdan Ridwan Siregar (Tengah)

MEDANHEADLINES.COM, Medan – PT Bank Sumut memberikan klarifikasinya terkait ditetapkannya salah satu karyawan PT. Bank Sumut berinisial MAL sebagai Tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang atas pembelian Medium Term Notes (MTN) yang diterbitkan oleh PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan

Julisman SH MH dari Kantor Berita Hasrul Benny Harahap selaku kuasa hukum Bank Sumut menyampaikan, Bahwa pembelian Medium Term Notes (MTN) yang diterbitkan oleh PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan yang dilakukan oleh PT. Bank Sumut sebesar Rp. 177.000.000.000,(seratus tujuh puluh tujuh milyar) telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang mana transaksi pembelian Medium Term Notes (MTN) dilakukan oleh Divisi Treasury

Ia Juga Menjelaskan, dasar PT. Bank Sumut melakukan pembelian Medium Term Notes (MTN) yang diterbitkan oleh PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan melalui perantara PT. MNC Sekuiritas didasarkan pada

a.Perusahaan Finance merupakan salah satu sektor yang operasionalnya diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan, tidak seperti sektor Riil ;

b. Target Pembiayaan SNP Finance adalah segmen retail sehingga terdapat penyebaran resiko ;

c. Track record keuangan PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan sebagaimana yang tertuang dalam proposal penawaran yang disampaikan oleh PT. MNC Sekuiritas dinilai baik dan dapat dipercaya

d.Dengan mempertimbangkan bahwa terdapat beberapa pihak yang turut bertanggung jawab dalam penerbitanya, yaitu Underwritter/Arranger, Agen Pemantau/Agen Penjamin (Wali Amanat), Kantor Akuntan Publik (KAP), KSEI, Konsultan Hukum, serta Lembaga Rating Pefindo yang diakui oleh Regulator ;

e. Adanya jaminan fidusia MTN PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan Finance berupa piutang performing sebesar 100% dari jumlah pokok MTN ;

f. PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan Finance merupakan anak perusahaan Columbia Group yang memiliki pengalaman usaha selama 35 tahun. PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan Finance diambil alih Columbia Group sejak tahun 2000 untuk mendukung pembiayaan usaha Columbia ;

” Bahwa selama pembelian tersebut PT. Bank Sumut telah menerima pembayaran Kupon/Bunga sebesar Rp. 2.312.450.000,- (dua milyar tiga ratus dua belas juta empat ratus lima puluh ribu rupiah) dan PT. Bank Sumut telah melakukan penjualan kembali MTN sebesar Rp. 30.000.000.000,- (tiga puluh milyar rupiah), sehingga total investasi PT. Bank Sumut di PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan tinggal sebesar Rp. 147.000.000.000,- (seratus empat puluh tujuh milyar rupiah),” Jelas Hasrul Beny dihadapan awak media, Rabu (12/12/2019)

Hasrul juga menjelaskan, Bahwa kasus ini bukan terjadi di tahun 2019, pembelian ini adalah resiko kredit dan terhadap MTN tersebut Bank Sumut telah mencadangkan pada neraca ditahun 2018 dan berdasarkan laporan keuangan PT Bank Sumut masih memperoleh laba sebesar Rp 502 M per Desember 2018, sehingga tidak akan mempengaruhi kondisi keuangan Bank Sumut ditahun 2019;

” Tidak kembalinya dana investasi yang dilakukan oleh PT. Bank Sumut tersebut adalah dikarenakan adanya proses pailit terhadap PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan, akan tetapi hal tersebut tidaklah secara otomatis dapat dikatakan sebagai suatu kerugian keuangan negara, karena pada saat sekarang ini proses kepailitan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat sedang berlangsung dan Kurator yang ditunjuk untuk menyelesaikan proses kepailitan PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan sedang melakukan tindakan pemberesan terhadap proses pailit, sehingga apabila nantinya aset-aset PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan yang dijadikan boedel pailit oleh Kurator akan dilelang dan selanjutnya akan dibagi-bagikan kepada para kreditur sesuai dengan kedudukan dan jumlah utangnya masing-masing termasuk nantinya kepada PT. Bank Sumut selaku Kreditur dari PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan, dan peristiwa semacam ini didalam prinsip perbankan dapat dikategorikan sebagai resiko pasar perbankan,” Jelasnya.

Dalam Kesempatan ini, Julisman  juga mengatakan, Bahwa apabila didalam proses penyidikan yang dilakukan oleh Penyidik pada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara diduga ada aliran dana sebagai transaksi yang mencurigakan yang diterima oleh oknum karyawan PT. Bank Sumut, hal tersebut adalah diluar pengetahuan dari PT. Bank Sumut, dan tindakan tersebut adalah tindakan pribadi,

” Kami menghormati proses hukum yang dilakukan oleh Penyidik pada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara tersebut,” Pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *