MEDANHEADLINES.COM, Deli Serdang- Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Syaiful Hidayat menyambut baik inovasi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dengan meluncurkan Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM). Dengan alat ini, masyarakat bisa mencetak dokumen kependudukan seperti e- KTP dengan cepat.
Menurut Djarot, dirinya sangat mendukung inovasi seperti ini karena bisa memudahkan masyarakat. Jadi, bagi warga yang sudah melakukan perekaman atau registrasi di kantor Disdukcapil setempat bisa mencetak e-KTP di mesin ADM.
“Ini sebetulnya sudah dilakukan PDI Perjuangan dengan menggunakan elektronik
KTA. Jadi, begitu mendaftar dan diverifikasi dengan benar, foto sudah tampil calon anggota bisa mencetak di manapun juga. Asalkan dia punya passwordnya,” kata Djarot usai mendengar keluhan warga Desa Perkebunan Ramunia, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (27/11) siang.
Djarot menjelaskan, setiap warga yang sudah merekam dan mengisi data pasti mendapat password. Nah, password itulah nantinya yang digunakan untuk mencetak e-KTP.
“Inovasinya bagus, cuma sekarang menjadi persoalan di Mendagri soal belangko KTP. Ini aduh…Makanya kemarin Komisi II menyetujui penambahan dan pergeseran alokasi untuk pengadaan belangko e-KTP,” ungkap Djarot.
Lanjut anggota DPR RI di Komisi II itu, soal belangko kosong yang menyebabkan di daerah KTP “harganya mahal” karena barangnya langka. Padahal KTP adalah hak dasar bagi warga negara yang sudah memenuhi persyaratan.
Berikutnya, e-KTP adalah syarat dasar untuk menggunakan hak memilih dan dipilih.
“Makanya kasus di DPT itu harusnya tidak ada, ketika e-KTP-nya selesai,” tegas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Djarot pun menyatakan sangat sepakat dengan terobosan Kemendagri soal warga bisa mencetak e-KTP sendiri. Dia pun menyakini hal ini sangat mungkin untuk direalisasikan.
“Kami aja partai bisa, masak Kemendagri gak bisa. Jadi itu bagus,” jelas Djarot.(afd)












