Diduga Cabuli 6 Siswanya, Guru Kontrak Ini Diringkus Polisi

Ilustrasi-pencabulan-perkosaan-terhadap-anak-(Shutterstock)

 

MEDANHEADLINES.COM, Banda Aceh – Seorang Pria berinisal SB (39) yang baru dua bulan menjadi guru kontrak disalah satu SD di Banda Aceh Diringkus Polisi

Sebabnya, Warga Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh itu diduga melakukan tindakan asusilan, pencabulan, terhadap enam siswanya sendiri.

Perbuatan SB terbongkar setelah salah seorang korban berinisial IR, menceritakan kepada orang tuanya yang kemudian diikuti dengan laporan kepihak sekolah dan kepolisian.

“Pelaku yang sudah beristri baru dua bulan kerja sebagai guru kontrak. Dalam dua bulan, ada enam korban yang dicabuli,” ujar Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Banda Aceh, Komisaris Besar Polisi Trisno Riyanto kepada awak media pada Rabu, (27/11/2019)

Trisno mengungkapkan dari salah seorang korban yang baru duduk dikelas 4 SD, modus yang dilakukan SB dengan menyuruh korban yang duduk dibangku belakang kelas untuk menghafal kitab. Saat siswa lain telah keluar kelas saat jam istirahat, pelaku mulai beraksi dengan cara meraba alat vital korban.

Usai melakukan aksi bejatnya, pelaku memberi uang lima ribu rupiah kepada IR. Tujuannya, agar korban tidak menceritakan tindakan SB kepada orang lain dan bersedia mengulangi perbuatannya. “Pelaku juga mengatakan kepada korban, ‘besok lagi ya,” sambung Trisno.

Berdasarkan pemeriksaan kepolisian, selain IR, lima korban SB lainnya masing-masing berinisial NJ, 9 tahun, AQ, 9 tahun, NAJ, 9 tahun, SQA, 10 tahun dan PN, 12 tahun. Semua korban dicabuli pelaku yang mengajar mata pelajaran agama tersebut dilingkungan sekolah .

SB sendiri akhirnya berhasil diringkus pihak kepolisian dirumah istrinya di Padang Tiji, Kabupaten Pidie pada Kamis, 21 November 2019. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 Ayat 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak sebagaimana diubah dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 dan UU Nomor 17 Tahun 2016 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.