Banyak Bayi Lahir Dengan Kelainan, Bupati Madina Keluarkan Larangan Penambangan Emas Ilegal

 

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Lahirnya bayi dengan sejumlah kelainan di Mandailing Natal diduga kuat merupakan efek dari paparan merkuri dari tambang-tambang ilegal.

Diketahui, Setidaknya ada enam orang bayi yang lahir di diagnosa menunjukan cacat bawaan atau dikenal dengan omphalocele (usus keluar dari perut tepat di pusar), Anencephali (cacat tabung saraf), Cyclopia (Bayi lahir dengan satu mata), dan Gastroschicis (Usus berada di luar).

Bupati mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution kemudian membenarkan soal keberadaan tambang emas ilegal yang beroperasi di daerahnya. Bahkan jumlahnya cukup banyak. Meskipun kerap kali tambang-tambang ini letaknya tersmbunyi.

“Tambang ilegal banyak, Tapi cuma karena tidak di satu tempat sehingga tidak kelihatan benar. Tapi yang jelas itu sudah menjadi perhatian kita semua,” kata Dahlan, Selasa (19/11).

Tambang ilegal kerap menggunakan mekuri sebagai bahan pemisah antara emas dan material lainnya. Limbah kimia itu lantas mengalir ke sungai-sungai yang dijadikan sumber air masyarakat Madina.

Dahlan langsung memerintahkan pejabat di jajarannya untuk melarang tambang ilegal yang beroperasi. Larangan itu dituangkan dalam Surat Edaran Nomor: 540/3521/TUPIM/2019 tentang Pertambangan Liar di Kabupaten Mandailing Natal tertanggal 18 November 2019.
Larangan itu terbit menyusul kasus enam bayi yang lahir abnormal. Tambang-tambang tersebut kata Dahlan dikelola oleh masyarakat. Sehingga semuanya menggunakan peralatan yang tidak memikirkan dampak lingkungan.

“Selama Madina ini ada, kan tidak ada lahir seperti itu,” ungkap Dahlan.

“Kalau imbauan sudah berkali-kali dibuat. Mulai dari pemuka agama, melalui tokoh adat sudah berulang kali di dalam ceramah cermanah juga suda saya buat,” imbuhnya.

Langkah-langkah pencegahan terus dilakukan. Bahkan Dahlan sampai meminta pemerintah pusat untuk turun langsung untuk menuntaskan persoalan tambang ilegal.

“Jadi tidak hanya Pemkab Madina,Tidak hanya Pemprov Sumut. Juga harus barangkali ya pemerintah pusat. Sehingga ini bisa segera kita berhentikan dan carikan jalan keluarnya,” tukasnya.

Dalam rapat dengan Forkopimda, Senin lalu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi juga menyinggung soal pencemaran lingkungan yang terjadi di Madina. Tambang emas ilegal, kata Edy harus ditertibkan.

“Saya sudah bentuk tim. Merkuri (itu) berbahaya,” ungkapnya,

Edy sempat kaget. Dia tak menyangka jika jumlah tambang begitu banyak.

Edy juga merasa kecewa dengan respon Pemkab Madina yang terkesan abai dengan keberadaan tambang ilegal. “Kalau merespon berarti sudah tau dari waktu waktu yang lalu,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *