Tim Gabungan Ringkus Bendahara Kelompok Teror Di Medan

MEDANHEADLINES.COM – Tim Densus 88 dan jajaran Polda Sumatera Utara, kembali meringkus tiga orang yang terlibat dalam kelompok teror bom bunuh diri di Polrestabes Medan, pada Rabu (13/11) kemarin.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto Mengatakan ketiganya berinisial C, HB dan HI.

” Mereka mempunyai peran yang berbeda-beda di dalam kelompok tersebut. Dan ketiganya ditangkap tim gabungan pada Senin (18/11),” Ungkap Kapolda

Agus juga menjelaskan, pelaku inisal HB dan HI ditangkap tim gabungan di daerah Belawan. Sedangkan C diantar kepala lingkungan untuk menyerahkan diri ke Polda Sumut.

“Hasil penyelidikan, pelaku C merupakan bendahara dari kelompok ini,” ucap Agus kepada wartawan di lokasi Disposal barang bukti bom di Perkebunan PTPN II Jalan Sei Bederah Jatian, Pasar III Lori, Dusun XX, Desa Klumpang Kebon, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Senin (18/11).

Dengan tertangkapnya C ini tim gabungan dari Densus 88 dan jajaran Polda Sumut akan menelusuri aliran uang masuk dan keluar terhadap jaringan tersebut.
Masih dikatakan Agus, pelaku HB dan HI ini sudah mengatur janji untuk bertemu dengan tiga pelaku yang disergap tim gabungan di daerah Hamparan Perak kemarin. Dengan ketangkap-nya mereka, total tersangka yang diamankan menjadi 26 orang.

Saat ini lima orang masih berada di Mako Brimob, sedangkan 15 diamankan di Polda Sumut dan tiga lagi masih menjalani pemeriksaan tim gabungan.

“Tiga tersangka lain termasuk yang meninggal dunia. Hasil interogasi petugas, pelaku HB serta HI merupakan perakit bom,” kata Agus.
Agus juga mengungkapkan, para pelaku yang sudah diamankan ternyata sebagian besar tidak hafal lirik lagu Indonesia Raya dan isi dari Pancasila.
“Saat diinterogasi, sebagian besar dari mereka tak bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya. Suruh hafal Pancasila juga nggak bisa. Pas ditanyai cinta Indonesia, mereka diam aja,” sebut Agus.

Agus kembali menegaskan, kelompok teror ini sudah berbait ke ISIS di Timur Tengah dan mendeklarasikan setia terhadap pemimpin ISIS Al Baghdadi dan penggantinya.

“Tujuan mereka adalah ingin mendirikan negera sendiri dan juga ingin menunjukkan eksistensinya” ujar Agus.

“Kelompok ini cukup profesional. Sebab, masing-masing dari mereka memiliki peran dimulai dari mengajak, perakit bom, eksekutor dan bendahara. Guru spiritual RMN juga sudah diamankan yang diduga kuat sebagai perekrut. Mereka diduga dipaparkan paham radikal melalui pengajian-pengajian eksklusif dan tertutup,” pungkas lulusan Akpol 1989 itu.(afd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.