Walhi Sumut : Kasus Kematian Golfrid Akan Dibawa ke Mabes Polri

Golfrid Siregar

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kasus kematian aktivis lingkungan Golfrid Siregar akan dibawa ke Mabes Polri, Hal ini dilakukan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumut dan Pihak keluarga karena menganggap proses penanganan yang dilakukan Polda Sumut belum mengalami perkembangan signifikan.

Direktur Walhi Sumut, Dana Prima Tarigan mengungkapkan, keputusan tersebut diambil karena hingga kini Polda Sumut masih berkutat pada kesimpulan bahwa aktivis lingkungan tersebut tewas karena kecelakaan tunggal.

“Kami melihat, Polda belum berani mengembangkan kasus ini ke kasus lain selain kecelakaan tunggal,” kata Dana

Saat ini, kata Dana, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kuasa hukum keluarga untuk membawa kasus ini ke Mabes Polri. Mereka berharap, kasus ini bisa ditangani secara menyeluruh dan transparan.

Sementara, tim investigasi yang dibentuk Walhi hingga kini masih terus merangkum fakta-fakta dari lapangan. Sebelumnya, mereka berencana menyerahkan hasil pengumpulan fakta mereka ke polisi pekan lalu. Namun, karena sejumlah kendala dan pertimbangan, langkah tersebut urung ditempuh.

Mereka juga masih menunggu hasil visum dan otopsi pihak kepolisian. Menurut mereka, hasil tim medis itu sangat menentukan dalam pembuktian penyebab pasti kematian Golfrid.

“Sampai sekarang kita belum dapat. Hasil otopsi dan visum itu juga kami minta diungkap ke publik, karena kasus ini sudah menjadi konsumsi publik,” tegas Dana.

Polisi juga didesak untuk membeberkan rekaman kamera pengawas yang diperoleh polisi dari sejumlah titik. Sebab, menurut informasi yang diperoleh mereka, rekaman CCTV itu telah dikantongi oleh polisi.

Diberitakan sebelumnya, Golfrid diinformasikan ditemukan tak sadarkan diri oleh tukang becak, di Underpass Titi Kuning, Kamis (3/10) dinihari lalu. Dia dilarikan ke RS Mitra Sejati sebelum akhirnya dirujuk ke RS Adam Malik. Kondisinya kritis hingga meninggal dunia pada Minggu (6/10) petang.

Kasus kematian Golfrid menjadi sorotan publik setelah beberapa pihak, terutama Walhi tak percaya bahwa aktivias HAM dan lingkungan itu meninggal karena kecelakaan. Menurut Walhi dan kuasa hukum keluarga, termasuk aktivis di Sumut, kematian Golfrid diduga akibat penganiayaan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *