Kasus Pembuangan Mayat Bayi Di Tembung Terungkap, 2 Orang Diamankan

MEDANHEADLINES.COM, Medan –  Kasus pembuangan mayat bayi dalam goni di Jalan Bersama Gang Nusa Indah, Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung, Selasa (22/10) pekan lalu akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian.

Dalam kasus ini, Petugas meringkus dua orang pelaku, salah satunya adalah ibu kandung dari bayi malang tersebut

Keduanya pelaku diamankan dari lokasi dan waktu yang berbeda.Mereka juga dikenakan dengan pasal berbeda.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Aris Wibowo melalui keterangan tertulis mengungkapkan, Kasus ini berhasil dibongkar setelah Tim Pegasus melakukan penyelidikan usai mayat bayi ditemukan.

Hasilnya, identitas pelaku diketahui berjumlah dua orang. Mereka yakni, Mawarni Sari alias Gadis(19) warga Jalan Bersama Gang Nusa Indah, Kecamatan Medan Tembung dan Dahri alias Ai (24) asal Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Pertama, tim berhasil mengetahui pelaku yang membuang bayi itu adalah ibu kandung sang bayi yaitu Mawarni Sari alias Gadis. Pada Kamis (24/10) dia diamankan dari rumahnya sekira pukul 13.00 WIB.

“Kedua pelaku masih berstatus pacaran,” kata Kapolsek, Senin (22/10) malam.

Setelah diamankan, sambung Aris, Gadis mengaku semua apa yang sudah dilakukannya. Tak hanya itu, ia juga mengatakan bayi yang dibuangnya adalah hasil hubungan suami istri ia dengan Dahri. Pacarnya lari ke kampung halaman usai mengetahui Gadis mengandung anaknya sejak April 2019.

“Selanjutnya tim menangkap Dahri dari Kota Pinang, Labusel, Jumat (25/10) sekira pukul 19.00 WIB,” ucap Aris.
Hasil interogasi, lanjut Aris, pada Sabtu (19/10) sekira pukul 03.00 WIB, Gadis merasakan perutnya mules-mules, ia lantas ke pergi kamar mandi. Dia kemudian ‘ngeden’ dan secara bersamaan bayi yang di kandungnya keluar.

“Gadis lalu memotong ari-ari anaknya tersebut pakai pisau bergagang warna kuning,” kata Aris mengulang penuturan Gadis.

Selesai itu, dia melihat bayinya tidak bernyawa lagi. Siap membersihkan tangan, dia kemudian membungkus jasad anaknya itu pakai kain sarung lalu dimasukkan ke plastik warna biru dan dibalut lagi pakai baju warna pink. Lalu bayinya ditaruh ke ember cucian warna biru.

“Kemudian dia memindahkan jasad bayinya ke samping rumah, pada Senin (21/10) sekira pukul 09.00 WIB. Sebelum dipindahkan, ia menyiram jasad bayi itu dengan minyak lampu, berikutnya dimasukkan ke dalam goni beras,” beber Aris.

Sesuai laporan polisi model A: LP/ 17/X/ 2019/ SPKT Percut Sei Tuan, pelapor atas nama Rahmad Hidayat Ritonga (polisi). Mawarni Sari alias Gadis disangkakan Pasal 341 KUHPidana tentang dengan sengaja menghilangkan nyawa anak sendiri dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Sementara, atas dasar LP/17/K/X/2019/SPK/Percut Sei Tuan, pelapor atas nama Mawarni Sari alias Gadis Sei Tuan. Dahri alias Ai disangkakan Pasal 293 KUHPidana tentang perbuatan cabul terhadap anak dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

“Barang bukti yang disita satu buah ember warna biru, satu buah kain sarung dan sebilah pisau. Saat ini keduanya sedang menjalani proses hukum di markas komando,” jelas Aris.
Seperti diberkan sebelumnya, aroma menyengat membuat warga di Jalan Bersama Gang Nusa Indah, Kelurahan Bandar Selamat, Medan Tembung mendadak heboh, pada Selasa (22/10) pagi. Agustina Mayasari Lubis adalah orang yang sangat mencium bau tersebut.

Sebabnya, bau tidak sedap itu datang dari samping kediamannya. Setelah dicari tahu ternyata bau bangkai itu berasal dari mayat bayi yang di simpan di dalam goni.

Selanjutnya temuan Agustina itu dilaporkan kepling dan diteruskan ke Polsek Percut Sei Tuan untuk dilakukan penyelidikan siapa yang membuang mayat bayi malang tersebut. (AFD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *