Buron Setelah Serang Polisi, Pelaku Pencabulan Ini Dihadiahi Timah Panas

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Aparat Kepolisian akhirnya berhasil meringkus Sarjoni (50) pelaku cabul yang sempat melarikan diri setelah menyerang petugas Unit PPA Polrestabes Medan beberapa waktu yang lalu

Warga Jalan Desa Marendal I, Tanah Garapan PTPN II Marendal / Jalan Pondok Sengon, Dusun IV Marendal ini diamankan petugas setelah adanya informasi tentang keberadaan pelaku pada Rabu (16/10) kemarin.

“Petugas mengamankan pelaku saat dirinya tengah berada di Jalan Patumbak Delitua, Aji Baho pada Rabu (16/10) kemarin siang,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Eko Hartanto, Kamis (24/10).

Eko menjelaskan bahwa pelaku tersebut saat diamankan melakukan perlawanan ketika petugas hendak memintanya untuk menunjukan barang bukti parang yang telah melukai Bintara Sat Reskrim Polrestabes Medan, Aiptu Sadiran.

“Saat petugas melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti berupa parang yang digunakan untuk membacok korban, tersangka memberontak serta melawan petugas sehingga dilakukan upaya paksa dengan menembak kaki tersangka,” jelasnya.

Usai dihadiahi timah panas, Tersangka akhirnya mengakui perbuatannya dan bersedia menunjukan sejata tajam yang digukanannya melukai korbannya.

“Berdasarkan hasil interogasi tersangka mengakui perbuatanya telah melakukan penganiayaan berat terhadap Aiptu Sadiran dan juga telah melakukan perbuatan cabul,” ungkap Eko.

Untuk diketahui bahwa sebelumnya, tersangka Sarjoni dilaporkan oleh Susanti dengan bukti lapor LP/1542/VII/2018/SPKT RESTABES MEDAN, Tanggal 26 Juli 2018 lalu, atas dugaan pencabulan.

Berdasarkan laporan itu, petugas Reskrim Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polrestabes Medan, Aiptu Sadiran bersama Aiptu MA Siregar mendatangi kediaman tersangka yang berada di Jalan Pondok Sengon, Pasar V Marenda, Kecamatan Patumbak.

Pada saat dilakukan penangkapan, tersangka melakukan perlawanan dan pada saat itu tersangka mengambil parang dan melayangkannya ke arah petugas hingga melukai Aiptu Sadiran.

Akibat penganiayaan itu, Aiptu Sadiran mengalami luka bacok di telinga kanan dan kiri, kepala bagian belakang, pundak, punggung, tangan kanan dan kiri, serta perut. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *