Petugas Bea Cukai Kualanamu Gagalkan Penyelundupan Burung Dilindungi

 

MEDANHEADLINES.COM, Medan- Ratusan burung dilindungi yang akan dikirim ke Cina berhasil digagalkan Bea Cukai Bandara Kualanamu. 108 ekor yang diamankan dan kemudian diserahkan kepada Balai Karantina Pertanian Kelas II Kota Medan di Kualanamu.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi megatakan, penangkapan dilakukan petugas Bea Cukai pada Kamis (17/10) lalu. Barang bukti yang disita diantaranya burung Kacer 17 ekor, Murai Daun 8 ekor, Pleci 77 ekor, Decu 3 ekor, Murai Batu 1 ekor dan Anis 2 ekor.

Hotmauli menjelaskan, pengiriman ratusan burung dilindungi itu dilakukan menggunakan jasa kargo. Hewan mungil itu diberangkatkan dari Surabaya menuju Medan, Rabu (16/10) lalu.

“Kamisnya, ada tiga orang membawa koper berencana terbang dari Kualanamu dengan tujuan Ghuangzou, Cina transit di Malaysia. Namun, saat pemeriksaan x-ray dilakukan, Bea Cukai mengetahui ada burung di koper mereka. Kemudian koper tersebut ditahan,” kata Hotmauli, Selasa (22/10).

Hari ini, lanjut Hotmauli, Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan menyampaikan hasil dari penggagalan pengiriman kepada BBKSD Sumatera Utara. Sekaligus penyerahan barang bukti ke BBKSD.

Saat diterima, tidak semuanya masih dalam keadaan hidup tapi ada juga yang sudah mati.

“48 ekor masih hidup sedangkan 60 lagi sudah mati. Untuk yang masih hidup yakni: Kacer 11 ekor, Murai Daun 7 ekor, Pleci 24 ekor, Decu 3 ekor, Murai Batu 1 ekor dan Anis 2 ekor,” rinci Hotmauli.

Demi menjaga kelestarian Spesies burung-burung tersebut, BBKSD akan mengambil langkah tegas dengan cara melepas liarkan semua burung yang diserahkan. Lokasinya di TWA Sibolangit.

“Hari ini juga kita melepas liarkan burung-burung tersebut,” ucap Hotmauli. (AFD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *