KPK Tetapkan Dzulmi Eldin Sebagai Tersangka Kasus Suap Proyek Dan Jabatan

Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (17/10). (Suara.com/Angga Budhiyanto)

MEDANHEADLINES.COM – Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin (TDE) ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dengan proyek dan jabatan di lingkungan pemerintahannya tahun 2019.

Penetapan status Tersangka ini dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah melakukan pemeriksaan secara intensif kepada orang nomor 1 di Medan itu Pascaterjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa (16/10/2019) malam

Selain Eldin, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya, yakniā€ˇ Kadis PUPR Kota Medan, Isa Ansyari dan Kabag Protokoler Kota Medan, Syamsul Fitri Siregar.

“Disimpulkan adanya dugaan tipikor menetapkan tiga orang tersangka dugaan penerimaan suap terkait proyek dan jabatan oleh Wali Kota Medan,” kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, di Gedung KPK Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019) malam.

Dijelaskan Saut, Dzulmi dan Syamsul diduga menerima sejumlah uang dari Isa Ansyari. Uang tersebut disinyalir berkaitan dengan jabatan Isa Ansyari yang diangkat sebagai Kadis PUPR Medan oleh Dzulmi Eldin.

Sebagai pihak yang diduga penerima, Dzulmi Eldi dan Syamsul Siregar disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai pihak yang diduga pemberi suap, Isya Ansyari disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(red/suara.com)

Please follow and like us:
error0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *