Alamak, Kedai Ini Gunakan Kaldu Yang Sama Sejak 1945

Ilustrasi kaldu. (Shutterstock)

MEDANHEADLINES.COM – Apa yang menjadi pertimbangan Anda ketika memutuskan makan di restoran? Apakah itu jenis makanannya, rasanya, kepopulerannya, atau kebersihannya?

Kalau jawaban Anda berkisar pada hal-hal yang disebutkan di atas, maka kedai oden di Jepang bernama Otafuku ini bisa jadi lepas dari perhitungan.

Pasalnya, kedai Otafuku yang ada sejak 1945 dipercaya memasak makanan dengan sumber kaldu yang sama sejak 74 tahun lalu. Pihak kedai hanya akan menambahkan air ke dalam rebusan dan membiarkannya menguap sampai matang setiap hari.

Hal ini mungkin terdengar menjijikkan, dan membuat kita menyangsikan kelayakan makanan tersebut. Tapi di Asia Timur seperti China dan Jepang, metode yang disebut master stock ini dilestarikan dan diklaim dapat mempertahankan citarasa kaldu selama ratusan tahun untuk kemudian diwariskan dari generasi ke generasi.

Oden sendiri merupakan sup tradisional Jepang yang direbus dalam kaldu. Oden dapat dinikmati para pecinta sayur maupun daging karena mengandung semua jenis bahan mulai dari telur, tahu, sayuran, hingga daging hiu, daging sapi, bakso ikan, dan lidah ikan paus.

Banyak restoran Jepang bergantung pada master stok, kaldu yang telah berulang kali agar memberikan rasa yang kaya pada oden mereka.

Dilansir dari Oddity Central, kaldu di Otafuku tidak pernah dibuang. Setiap malam, kaldu disaring dan dikeluarkan dari panci tembaga lalu panci dibersihkan. Kaldu kemudian dimasukkan kembali ke dalam panci dan ditutup semalaman. Keesokan harinya, kaldu dipanaskan lagi dengan bahan-bahan segar dan air yang ditambahkan sesuai kebutuhan.

Banyak restoran oden di Jepang berusaha keras untuk mempertahankan kaldu mereka selama mungkin, dan kaldu berusia 10 tahun bukanlah hal yang aneh. Namun, kaldu berusia puluhan tahun di Otafuku, distrik Asakusa, Tokyo ini dianggap sebagai sup oden tertua yang ada.

Bagaimana, Anda tertarik mencicipinya? (red/suara.com)

Please follow and like us:
error0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *