Banyak Keganjilan, Polrestabes Medan Ambil Alih kasus Tewasnya Kuasa Hukum WALHI

 

MEDANHEADLINES.COM – Polrestabes Medan mengambil alih kasus tewasnya aktivis lingkungan sekaligus kuasa hukum Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumatera Utara, Golfried Siregar

Sebelumnya, Golfried ditemukan tidak sadarkan diri dengan kepala luka parah, akan tetapi anggota tubuh lainnya tak ada luka sedikitpun. Sepeda motor tidak rusak seperti layaknya habis kecelakaan. Tapi, barang-barang seperti tas, laptop, telepon genggam dan cincinnya tidak ditemukan.

Setelah tiga hari dirawat di rumah Sakit Umum Pusat Adam Malik Medan, pegiat HAM tersebut akhirnya meninggal dunia. namun kematiannya meninggalkan kejanggalan yang membuat pihak keluarga dan rekan-rekan seperjuangannya menduga Goldfried menjadi korban pembunuhan.

Menindaklanjuti kasus itu, Polrestabes Medan kemudian menurunkan tim menemui keluarga korban. Tujuannya polisi ingin mengautopsi jenazahnya agar penyebab kematiannya diketahui.

“Pada Minggu malam tim kita sudah berkoordinasi dengan Polsek Deli Tua, karena laporan awalnya dibuat lakalantas di sana,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto kepada wartawan, Senin (7/10).

“Atas perintah pimpinan, kami coba tangani kembali, Lidik kembali. Nanti kita buatkan laporan polisi model A, bukan lakalantas. Dan meminta kepada pihak keluarga agar jenazah korban diautopsi untuk mengetahui penyebab kematian,” tambahnya.

Saat ini, lanjut Eko, jenazah korban sedang berada di Tiga Dolok, Simalungun. Dan tim sudah menuju lokasi untuk membicarakan masalah autopsi tersebut. Katanya hal itu sangat penting untuk mengungkap kematian korban.

“Semalam tim sudah diturunkan ke Tiga Dolok. Kita kejar terus untuk mengkomunikasikan ke keluarga agar korban diautopsi. Karena kalau seperti ini sangat wajib hukumnya untuk autopsi,” ungkap Eko.

Sementara, Manager advokasi dan kampanye WALHI Sumut, Roito Lumbangaol mengatakan, Golfrid menghilang sejak Rabu (2/10) sekira pukul 17.00 WIB. Dia keluar rumah diketahui untuk mengantar paket ke JNE dan selanjutnya bertemu seseorang di Marendal. Sejak saat itu, korban tidak bisa dikontak oleh istrinya.

Tepatnya Kamis (3/10) sekitar pukul 01.00 WIB, Golfrid Siregar ditemukan tidak sadarkan diri di Fly Over Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Padang Bulan, Medan. Dia ditemukan tukang becak yang kebetulan melintas di sana. Lantas tukang becak itu membawa korban ke Rumah Sakit Mitra Sejati, namun ia diarahkan ke Rumah Sakit Umum Pusat Adam Malik Medan.

Golfrid mengalami luka serius, tempurung kepalanya hancur dan harus menjalani operasi pada Jumat (4/10). Korban akhirnya meninggal dunia usai dirawat tiga hari di rumah sakit. (AFD)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *