Tak Miliki Izin, Dua Perusahaan pengelolaan Ikan Terancam Ditutup

MEDANHEADLINES.COM , Tapanuli Tengah- Dua perusahaan di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara terancam ditutup. Pasalnya, pemkab Tapteng melalui Dinas Perizinan melarang perusahaan tersebut untuk beroperasi.

Dua perusahaan itu yakni Toba Surimi Indonesia dan PT Horizon. Dua perusahaan tersebut bergerak di bidang pengolahan ikan yang berada di Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik.

Kadis Perizinan Tapteng Erwin Marpaung menyebut, dilarangnya dua perusahaan tersebut beroperasi setelah menindaklanjuti laporan dari Camat Sarudik.

Dalam surat itu, kata Erwin warga di Kecamatan Sarudik mengeluhkan bau asap yang dikeluarkan oleh PT Toba Surimi.

“Asap perusahaan itu mengeluarkan bau menyengat yang dikhawatirkan berdampak pada kesehatan masyarakat, jadi kita meminta agar tidak beroperasi sementara,” kata Erwin saat ditemui, Kamis (3/9).

Selain bau asap yang dikeluhkan masyarakat, dua perusahaan itu juga diketahui belum mengantongi izin.

Terdapat, ada dua izin yang belum dimiliki dua perusahaan itu, yakni izin dokumen lingkungan, dan izin laporan penanaman modal.

“Kita sudah berulangkali melayangkan surat ke PT Toba Surimi agar mengurus segala bentuk perizinan, tapi sampai sekarang belum diindahkan,” kata Erwin saat ditemui.

Dikatakan Erwin, selain belum mengantongi dua izin itu, dua perusahaan itu juga diketahui belum memiliki izin pada masing-masing bidang kegiatan, yakni Fish Meal, Castorik, dan Tuna Loin.

“Toba Surimi hanya mengantongi izin Fish Meal, sementara izin yang lainnya belum ada,” katanya.

Diakui Erwin, dari dua perusahaan yang bermasalah itu, hanya ada satu perusahaan yang akan melakukan pengurusan izin, yakni PT Horizon.

“Izinnya sedang dalam proses, dalam artian saat ini izin yang dimiliki PT Horizon belum lengkap,” ungkapnya.

Melihat kondisi itu, kata Erwin pihaknya pun mengambil tindakan. Ia bersama camat Sarudik, Dinas Lingkungan hidup dan petugas Polda Sumut langsung terjun ke lokasi perusahaan untuk melakukan pemeriksaan.

“Kemarin Rabu (2/9) kami sudah turun ke perusahaan itu untuk melakukan pemeriksaan terkait izin apa saja yang belum ada,” katanya.

Menurut Erwin, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, petugas Kepolisian berhasil membawa dua alat bukti untuk dilakukan pemeriksaan selanjutnya.

“Semalam Kepolisian dari Polda Sumut membawa dua bukti untuk diperiksa di Laboratorium, yakni produk air dan hasil jadi pengolahan,” katanya.

“Untuk saat ini kita melarang perusahaan itu beroperasi menunggu hasil pemeriksaan dari Polda keluar, dan yang menentukan tutup atau tidaknya perusahaaan itu biar Polda yang memutuskan,” tambahnya.(hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *