Polisi Ringkus Pelaku Pencurian Uang Rp1,6 M Milik Pemprov Sumut

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kasus Hilangnya uang Rp1,67 Miliar milik Pemprov Sumut yang terjadi pada Senin (9/9) lalu akhirnya terungkap setelah polisi berhasil meringkus sejumlah pelaku

Dari informasi yang diperoleh, ke empat pelaku ini merupakan komplotan spesialis pencurian dengan cara membuntuti korbannya dari bank.

Saat ditangkap, Satu diantara pelaku terpaksa ditembak di bagian kaki karena mencoba melarikan diri, Sementara dua pelaku lainnya tengah diburu Polisi

Terkait kasus ini,Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto menjelaskan, Setelah mendapat laporan kehilangan, Pihanya langsung bergerak cepat dengan mengumpulkan barang bukti. Diantaranya adalah rekaman Closed Circuit Television (CCTV) atau kamera pemantau di Pemprov Sumut.

Dari hasil rekaman terlihat, para pelaku mengambil uang dari mobil minibus Toyota Avanza Silver BK 1875 ZC. Pelaku membobol pintu mobil saat ditinggalkan di pelataran parkir Pemprov Sumut.

“Keadaan pintu mobil terkunci. Saat itu pelapor dan saksi melaksanakan salat Ashar dan kembali sekira pukul 17.00 WIB dan melihat uang sudah tidak ada di mobil,” ungkap Dadang, Selasa (1/10) siang.

Dijelaskan Dadang, Uang senilai Rp 1.6772.987.500 itu diletakan di jok paling belakang mobil. Lalu ada uang senilai Rp20 juta yang diletakan di dalam tas serta 1 buah jam tangan merk Expedition diletakkan di jok depan.

Setelah menggondol uang itu, para pelaku langsung melarikan diri ke luar kota. Penyelidikan awal menunjukkan para pelaku di seputaran Pekanbaru, Riau.

“Jadi pada Sabtu (21/9) kami mendapat informasi bahwa pelaku sudah kabur mengarah ke Provinsi Jambi. Kami langsung melakukan pengejaran. Namun sesampainya di Provinsi Jambi tersangka kembali kabur ke Riau sehingga pelaku kembali ke Provinsi Riau,” jelasnya.

Esok harinya, Tambah Dadang, Polisi berhasil menangkap seorang pelaku yaitu Niksar Sitorus di Pekanbaru.

Saat diperiksa, Ia mengaku melakukan pencarian bersama lima koleganya. Mereka adalah Niko Demos Sihombing, Musa Hardianto Sihombing dan Indra Haposan Nababan. Sedangkan Tukul dan Pandiangan masih buron hingga sekarang.

Setelah melakukan pengembangan polisi akhirnya berhasil menangkap Niko dan Hardianto di kawasan Duri.

Kemudian polisi menangkap Indra pada Selasa (24/9) di Kota Medan. Saat ditangkap, dia melawan. Alhsil polisi menyarangkan timah panas di bagian kakinya.

Dari hasil interogasi, para pelaku mengaku sudah dua kali menjalankan aksinya. Mereka sempat menggondol uang Rp 105 juta di pelataran parkir Universitas Sumatera Utara, Jumat (6/9). Tepatnya tiga hari sebelum kejadian di Pemprov Sumut.

Modusnya sama. Mereka membuntuti korban yang baru keluar dari Bank Sumut. Setelah tiba di tujuan mereka membobol mobil.

“Jadi ada modus dan cara yang sama. Sehingga kita melakukan penyelidiakan,” ungkap Dadang.

Uang yang didapat mereka dari hasil mencuri dibagikan ke seluruh anggota kelompok. Niksar dan Indra masing-masing mendapat Rp200 juta. Lalu Musa mendapat bagian Rp210 juta dan Niko Rp300 juta.

Sedangkan Tukul dan Pandiangan mendapat bagian lebih. Mereka masing-masing mendapat jatah Rp350 juta.

Uang itu mereka pakai untuk berfoya-foya. Bahkan pelaku Indra membeli tanah dari uang itu. Polisi menemukan kwitansi uang muka Rp50 juta.

Sisa uang yang didapat Indra dikabarkan diberikan kepada mertuanya di Jakarta sebanyakRp 70 juta.

Selain itu, Polisi juga memperlihatkan bagaiman komplotan ini beraksi. Masing-masing pelaku punya oeran berbeda. Bahkan, cara mereka terbilang sangat rapi.

Niksar diketahui berperan sebagai orang yang membuat pengalihan, dengan membawa mobil Avanza hitam. Mobil itu diletakkannya menutupi mobil pembawa uang.

Sedangkan Pandiangan pandiangan juga melakukan pengalihan dengan menutupi mobil korban dengan mobil lainnya saat pelaku lainnya membongkar pintu belakang mobil.

Sedangkan Tukul bertugas memantau mereka dari Bank Sumut. Dia juga yang mengecek posisi tas yang menyimpan uang dan merusak pintu mobil. Niko lah yang mengambil tas dari dalam mobil.

Sementara Indra bertugas memantau pergerakan petugas keamanan Pemprov Sumut. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *